Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 16 Mei 2008

Pakan Alami Bagi Udang - 02

Satu hal mendasar yang perlu dicatat adalah pakan alami di dalam tambak merupakan sumber makanan yang menjadi pilihan utama bagi udang selama ketersediaannya masih mencukupi bagi populasi udang di tambak tersebut. Kondisi seperti ini dapat diartikan sebagai berikut : jika udang menghadapi pilihan antara pakan buatan dengan pakan alami, maka yang akan dipilih terlebih dahulu adalah pakan alami yang ada di perairan tersebut.

Beberapa manfaat dari pakan alami yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan program pakan antara lain :
  1. Ketersediaan pakan alami yang memadai terutama pada awal-awal tebar benur dapat mempertahankan tingkat kehidupan benur/udang muda di dalam tambak.

  2. Ketersediaan pakan alami yang memadai terutama pada awal-awal tebar benur dapat menghasilkan tingkat keseragaman udang di dalam populasi yang relatif sama atau tidak bervariasi.

  3. Ketersediaan pakan alami yang memadai terutama pada awal-awal tebar benur dapat menghasilkan pertumbuhan udang yang relatif cepat dari biasanya.

  4. Ketersediaan pakan alami yang memadai dapat mengurangi proses akumulasi kotoran dan lumpur di dasar tambak, karena penggunaan pakan buatan sebagai penyumbang kotoran terbesar relatif masih terbatas.

  5. Ketersediaan pakan alami yang memadai dapat menekan biaya produksi dari penggunaan pakan buatan sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap profit value yang nantinya akan diperoleh.
Salah satu parameter yang dapat digunakan sebagai tolok ukur tingkat ketersediaan pakan alami di dalam tambak adalah penampakan dan kemunculan udang di permukaan maupun ancho. Pada perairan tambak dengan persediaan pakan alaminya memadai atau melimpah proses penampakkan dan pemunculan udang relatif lebih lambat dibandingkan dengan perairan tambak dengan persediaan pakan alaminya sangat kurang. Keadaan ini terjadi karena udang lebih banyak beraktifitas di dasar perairan untuk mencari pakan alami yang dibutuhkan, sehingga jarang menampakkan/muncul dipermukaan air maupun ancho.

Sebaliknya jika penampakkan dan pemunculan udang di permukaan air maupun ancho relatif lebih banyak dari kondisi biasanya maka dapat dijadikan sebagai salah satu indikasi bahwa ketersediaan pakan alami di perairan tersebut telah menipis atau bahkan telah habis sama sekali. Keadaan ini terjadi karena udang akan berusaha mencari pakan yang sudah jarang ditemukan di dasar perairan tambak dan aktifitas yang biasa dilakukan udang pada kondisi seperti ini adalah dengan melakukan konvoi di sekeliling tambak atau banyak muncul di dinding tambak.

Salah satu parameter lainnya yang dapat digunakan sebagai tolok ukur tingkat ketersediaan pakan alami di perairan tambak adalah melalui pengamatan warna feces udang yang terdapat di bagian usus maupun yang tertinggal di ancho. Feces udang yang berasal dari pakan alami biasanya berwarna kehitaman atau tergantung dari jenis pakan alaminya. Jika dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar udang memiliki warna feces kehitaman maka dapat dijadikan indikasi bahwa tingkat ketersediaan pakan alami di perairan tersebut masih memadai.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Pakan Alami Bagi Udang - 01
  2. Penentuan Jenis Pakan
  3. Program Pengelolaan Pakan Udang - Latar Belakang
  4. Program Pengelolaan Pakan Udang – Dasar Pemikiran
  5. Program Pakan Udang
  6. Program Pengelolaan Pakan Udang 03 - Penentuan Jenis Pakan (lanjutan)- Pakan Buatan
  7. Frekuensi Pakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar