Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 20 Juni 2008

Shrimp Culture News of The Month - 4

Budidaya Udang Windu Berpotensi Dipulihkan
Source : kompas
edisi : 2 June 2008
Makassar, Kompas - Budidaya udang windu (Penaeus monodon) yang terpuruk sejak awal tahun 2000 karena virus bintik putih berpotensi dipulihkan. Saat ini sudah ditemukan indukan yang bebas virus tersebut. Benih yang dihasilkan juga bisa tumbuh normal hingga panen, dengan teknologi budidaya polikultur yang ramah lingkungan dan ekonomis.


Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar, Sulawesi Selatan, berhasil menyaring indukan udang windu bebas white spot syndrome virus. Indukan diambil dari Nanggroe Aceh Darussalam, Takalar, dan Gorontalo melalui penyaringan ketat hingga menemukan udang yang steril penyakit. Benih yang dihasilkan juga sehat dan tumbuh normal seperti saat panen.

Sugeng Rahardjo, Kepala BBAP Takalar, Sabtu, menjelaskan, udang windu terstigma tidak bisa dibudidayakan lagi karena tidak ada benih yang bebas virus bintik putih. Padahal, melalui penyaringan ketat, telah dihasilkan indukan yang sehat dan menghasilkan benih yang bagus. Petambak udang windu tinggal membeli benih dari lembaga yang jelas dan bersertifikat untuk menjamin kualitasnya.

Petambak, lanjut Sugeng, juga harus menerapkan teknik budidaya polikultur untuk menyaring air supaya bebas penyakit. Teknik ini sangat sederhana dengan menggunakan kolam penampung, penyaring, dan kolam budidaya. Air dalam kolam penampung dibiarkan selama 3-5 hari untuk membunuh virus. Selanjutnya, dialirkan ke kolam penyaring yang ditaburi rumput laut dan benih bandeng atau baronang.

Rumput laut akan menyuplai oksigen dan menyaring penyakit dalam air. Demikian juga bandeng dan baronang mengurai residu dalam kolam. Udang windu bisa ditebar di kolam tersendiri dan disatukan dengan bandeng dan baronang. ”Teknik polikultur ini murah, ramah lingkungan, dan petambak memperoleh hasil tambahan dari bandeng, baronang, serta rumput laut,” ujar Sugeng.

Menurut Saifudin, teknisi budidaya udang BBAP Takalar, dengan teknik budidaya ini petambak tidak perlu mengeluarkan biaya pakan. Udang makan plankton yang dihasilkan pupuk organik yang ditebar sebelum kolam diisi air. Bandeng dan baronang juga cukup makan rumput laut.

FSaifudin menilai, petani lebih untung membudidayakan udang windu dibandingkan dengan udang vaname yang saat ini terkendala harga pakan yang melonjak. Di Sulawesi Selatan, harga pakan udang vaname Rp 11.000 per kilogram. Budidaya vaname kian mahal dengan kenaikan harga bahan bakar minyak untuk mesin pemutar kincir air.

Sumber : kompas

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Shrimp Culture News of The Month - 3
  2. Shrimp Culture News of The Month - 2
  3. Shrimp Culture News of The Month - 1
  4. Sejarah Perkembangan Budidaya Udang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar