Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Selasa, 19 Februari 2008

Sampling Udang 02

Bahan/Peralatan dan Tahapan Sampling Udang

Seperti telah diuraikan dalam pembahasan sebelumnya bahwa secara garis besar kegiatan sampling udang dapat dibedakan menjadi (1) Sampling benur, (2) Sampling ancho dan (3) sampling jala.Sebelum membahas tentang bahan/peralatan dan tahapan sampling, maka ada beberapa dasar pemikiran yang perlu diperhatikan sebelum melakukan sampling, yaitu antara lain :



  1. Kegiatan sampling sebaiknya dilakukan pada saat sinar matahari tidak terlalu terik atau dengan kata lain dalam suasana teduh (pagi/sore hari, atau tempat yang terlindung dari sinar matahari yang terik.Kondisi tersebut bertujuan menghindari penurunan kualitas udang karena terkena sinar matahari pada saat sampling, meskipun udang yang diambil samplenya jumlahnya tidak terlalu besar.

  2. Kegiatan sampling sebaiknya dilakukan pada saat kondisi udang secara umum normal dan tidak dalam kondisi moulting (ganti kulit), karena udang dalam keadaan moulting relatif lemah dan rentan terhadap “guncangan” di lingkungannya.

  3. Kegiatan sampling sebaiknya dilakukan sekitar 2 – 3 jam setelah pemberian pakan sehingga pengambilan sample udang akan lebih efektif karena udang masih menyebar di sekitar daerah pakan sehingga masih dalam jangkauan jala sampling.Sedangkan untuk sampling ancho, kisaran waktu tersebut merupakan saat-saat udang mulai “menyerbu”ancho untuk mengkonsumsi pakan yang ada di ancho.

  4. Kegiatan sampling sebaiknya dilakukan tidak dalam kondisi sirkulasi air dan dianjurkan pengoperasian kincir seminimal mungkin, sehingga bukaan jala tidak terganggu oleh arus air yang ditimbulkannya.

Khusus untuk sampling yang bersifat insidental, terutama pada tambak dengan udang-udang terindikasi terkena masalah/penyakit maka dapat dilakukan sesegera mungkin tanpa perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas, hal ini bertujuan untuk dapat mendeteksi dan mengambil keputusan terkait dengan treatment budidaya maupun ke arah pemanenan.

Feed Management In Intensive Aquaculture Aquaculture Feed and Fertilizer Resource Atlas of the Philippines (Fao Fisheries Technical Paper 366)

Sampling Benur

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa tujuan dari sampling benur ini lebih mengarah pada estimasi jumlah/populasi benur, serta kondisi/kualitas benur yang akan ditebar.

Bahan/Peralatan
  1. Wadah air/tempat sampling (semacam baskom/ember) yang terdiri dari dua macam yaitu satu untuk wadah benur yang akan disampling dan satu untuk meletakkan benur yang telah disampling. Wadah yang digunakan sebaiknya berwarna terang sehingga pada saat benur ditempatkan di wadah tersebut akan terlihat kontras dan tidak mengganggu pengamatan kondisi maupun penghitungan populasi benur.

  2. Alat bantu hitung yang berupa kalkulator dan alat bantu lainnya. Kalkulator diperlukan untuk menghitung jumlah total benur yang telah dihitung, sedangkan alat bantu hitung lainnya berfungsi sebagai untuk menandai kelipatan penghitungan. Sebagai catatan : sehubungan penghitungan jumlah benur dilakukan secara manual dan satu-persatu, maka untuk memudahkan dalam mengingat jumlah yang telah dihitung biasanya setiap kelipatan angka tertentu akan ditandai dengan menggunakan alat bantu hitung lainnya (yang biasa digunakan adalah lidi/batang korek api atau tergantung kebiasaan yang digunakan).

  3. Alat tulis yang digunakan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan jumlah benur dan pengamatan kondisi benur.
Tahapan Kegiatan Sampling Benur

Sampling benur dapat dilakukan pada saat pengadaan benur di lokasi pembenihan/hatchery dan pada saat akan memulai tebar benur tapi secara prinsip tahapan yang perlu dilakukan pada saat sampling benur antara lain meliputi:
  1. Lakukan pengamatan kondisi/kualitas benur secara general dengan menggunakan pengamatan visual. Jika benur ditempatkan pada kantong-kantong plastik, maka pengamatan dapat dilakukan dengan cara mengangkat dan menerawang kantong plastik tersebut ke arah sumber cahaya, sehingga kondisi/kualitas benur dapat diamati secara lebih jelas.

  2. Ambil beberapa sample kantong plastik wadah benur yang akan digunakan dalam kegiatan sampling.

  3. Pindahkan benur-benur yang di dalam kantong plastik beserta airnya ke dalam wadah yang telah disiapkan secara perlahan-lahan dan diamkan untuk beberapa saat.

  4. Lakukan pengamatan secara visual terhadap kondisi/kualitas benur dan kemudian lanjutkan dengan uji kualitas benur di dalam wadah tersebut. Pengujian kualitas benur dapat dilakukan secara praktis dan sederhana, yaitu dengan cara : (i) Memberikan pusaran air di dalam wadah air tempat benur-benur berada, hal ini untuk mengetahui tingkat keaktifan dan arah renang benur, (ii)Memberikan kejutan didalam air dengan menggunakan jari tangan, hal ini untuk mengetahui tingkat reaksi benur terhadap rangsang gerak yang diberikan, (iii)Meletakkan jari tangan beberapa saat di dalam wadah air, hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat reaksi benur terhadap rangsang penciuman dan rangsang pakan.

  5. Mulailah menghitung jumlah benur secara manual dengan mengunakan alat semcam sendok ukuran sedang/besar.Sebagai upaya memudahkan dalam mengingat jumlah yang telah dihitung, sebaiknya setiap kelipatan angka tertentu diberi tanda dengan menggunakan alat bantu yang telah disiapkan.

  6. Siapkan wadah yang telah berisi air (sebaiknya air dari kantong yang sama, sehingga tidak menimbulkan guncangan terhadap kondisi benur yang disebabkan oleh perbedaan kondisi air secara mendadak) sebagai tempat untuk benur yang telah di hitung dan diamati kondisinya.

  7. Setelah proses menghitung jumlah benur selesai dilakukan, lakukan penghitungan terhadap jumlah total benur yang ada dalam satu kantong plastik.Jika sampling benur dilakukan di lokasi pembenihan/hatchery, maka benur-benur yang telah disampling dikembalikan dalam kondisi seperti semula.

  8. Sedangkan jika sampling dilakukan di lokasi tambak, maka benur-benur dalam wadah yang telah disampling beserta benur lain yang masih berada di dalam kantong plastiksegera ditempatkan pada lahan tebar untuk menjalani proses aklimatisasi.
Catatan: tahapan/proses sampling tebar benur seperti tersebut di atas merupakan proses yang umum dilakukan di beberapa lokasi/daerah tambak udang. Bagaimanapun juga proses sampling benur dapat berbeda tergantung dari kebiasaan teknisi/praktisi tambak yang mengelolanya.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Shrimp Sampling 02 - Equipments/Tools and Shrimp Sampling Stages (English Version)
  2. Sampling Udang-04 - Sampling Jala
  3. Sampling Udang 03 - Sampling Ancho
  4. Sampling Udang - 01 - Latar Belakang, Tujuan dan Jenis Sampling

1 komentar:

  1. Salam Kenal, Bagi Yang Membutuhkan
    Kami Distributor Plastik Tambak Sedia :
    Plastik Mulsa, UV, LLDPE, HDPE
    Untuk Tambak Udang
    Dengan Spesifikasi Sebagai Berikut :
    Plastik Mulsa / Roll
    250m x 3m x 50micron
    200m x 3m x 80micron
    100m x 3m x 150micron
    Plastik Mulsa Super Lebar / Roll
    300m x 4,5m x 50micron
    Plastik LLDPE Geomembran / Roll
    50m x 4m x 200micron
    50m x 4m x 300micron
    Plastik HDPE Geomembran / Roll
    100m x 4m x 300micron
    Info Harga & Promo di
    http://www.plastiksupermulsa.ga/
    085 643 200 256 (IM3) Telp/SMS/WA
    082 242 960 056 (Sim) Telp/SMS
    7DCE9936 (Pin BB)
    Pak Doni Super Mulsa

    BalasHapus