Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas tentang udang sebagai makhluk nocturnal (aktif dimalam hari). Pembahasan tersebut erat kaitannya dengan sifat fototaksis negatif yang dimiliki oleh udang. Fototaksis negatif secara ringkas dapat diartikan sebagai sifat dari suatu organism untuk menjauh dari suatu sumber cahaya.
Mesin Pencari
Tampilkan postingan dengan label kualitas air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kualitas air. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Juni 2011
Rabu, 22 September 2010
Pantaulah Sumber Pemasukkan Air Tambak
Posted by
marindro
at
00.24
Pada pembahasan sebelumnya (lihat di sini) telah diuraikan bahwa sumber pemasukan air tambak yang biasa digunakan secara garis besar berasal dari air laut dan air sungai. Kondisi dan kualitas sumber pemasukan air tersebut akan sangat menentukan kondisi dan kualitas air tambak pada saat tertentu.
Sabtu, 28 Agustus 2010
Jangan Membuat Tambak Udang Anda Seperti Akuarium
Posted by
marindro
at
02.28
Seperti telah diuraikan dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya, bahwa usaha budidaya udang secara teknis erat kaitannya dengan pengelolaan kualitas air tambak. Pada pembahasan ini factor kualitas perairan yang dominan adalah kecerahan perairan tambak.
Rabu, 04 Agustus 2010
Tata Letak Kincir Air Pada Tambak Udang
Posted by
marindro
at
03.28
Selain pemahaman dasar terkait dengan peranan dan fungsi kincir air pada tambak udang, salah satu aspek lain yang yang cukup penting adalah terkait dengan tata letak kincir air pada tambak .
Selasa, 03 Agustus 2010
Peran dan Fungsi Kincir Air Pada Tambak Udang
Posted by
marindro
at
00.02
Tambak udang sebagai suatu ekosistem perairan buatan dan bersifat tertutup sangat membutuhkan perlakuan teknis budidaya yang dapat menstimulasi proses-proses fisika, kimia dan biologi menuju keseimbangan ekosistem perairan tersebut. Keseimbangan ekosistem perairan tambak diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi udang seperti dalam ekosistem alaminya.
Minggu, 25 Juli 2010
Mengenal Perairan Tambak Udang Melalui Pendekatan Ekosistem 02 – Komponen dan Interaksi
Posted by
marindro
at
00.36
Berdasarkan proses pembentukannya suatu ekosistem secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu : (i) ekosistem alami dan , (ii) ekosistem buatan.Berdasarkan hal ini, maka suatu perairan tambak udang dapat dikategorikan sebagai suatu ekosistem buatan yang diharapkan dapat memberikan “keamanan dan kenyamanan” bagi udang selama proses budidaya berlangsung.
Minggu, 30 Mei 2010
Mengenal Perairan Tambak Udang Melalui Pendekatan Ekosistem 01 – Pemahaman
Posted by
marindro
at
15.05
Seperti telah dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelumnya, pada dasarnya kegiatan budidaya udang di tambak merupakan suatu kegiatan yang meliputi pembesaran sekaligus pemeliharaan udang dalam suatu wadah yang berupa petak-petak tambak, dengan cara menyediakan suatu kondisi lingkungan tertentu yang sesuai bagi udang yang dipelihara dalam jangka waktu tertentu hingga kondisi udang dianggap layak secara finansial untuk dimanfaatkan.
Rabu, 07 April 2010
Memantau Saluran Pembuangan Air Tambak
Posted by
marindro
at
11.55
Ditinjau dari konstruksinya, tambak memiliki dua jenis saluran air, yaitu : (1) Saluran pemasukan air dan saluran pembuangan air yang secara umum terbuat dari bahan paralon. Pada pembahasan ini tidak akan dijelaskan mengenai fungsi dari kedua saluran air tersebut, tapi lebih difokuskan kepada bagaimana memanfaatkan saluran pembuangan air tambak untuk memantau kondisi dasar tambak dan kondisi udang secara praktis.
Rabu, 04 November 2009
Pengaruh Musim Terhadap Proses Budidaya Udang
Posted by
marindro
at
10.08
Faktor musim memiliki pengaruh yang nyata terhadap proses budidaya udang terutama terkait dengan pengelolaan kualitas air tambak, kondisi serta kualitas udang. Sebagai negara tropis Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda terhadap proses budidaya udang.
Jumat, 23 Oktober 2009
Keseragaman Udang dan Alternatif Pengelolaannya
Posted by
marindro
at
00.42
Pada pembahasan sebelumnya telah diuraikan dasar pemahaman terkait dengan tingkat keragaman udang. Sebagaimana telah dijelaskan, udang dalam suatu populasi di tambak secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu : (i) udang seragam, (ii) tingkat keseragaman udang sedang, dan (iii) tingkat keseragaman udang parah. Selain penjelasan tersebut, pemahaman tentang alternative cara pengelolaannya berdasarkan kondisi yang dijumpai di lapangan.
Senin, 02 Maret 2009
Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 04 - Permasalahan Lingkungan Perairan Tambak
Posted by
marindro
at
17.42
Pada pembahasan sebelumnya telah diuraikan penjelasan terkait dengan pengelolaan budidaya udang pada fase bulan pertama. Secara umum tujuan dari pengelolaan tersebut adalah untuk menyediakan suatu media lingkungan perairan tambak yang sesuai dengan tingkat kebutuhan benur/udang kecil.
Kamis, 22 Januari 2009
Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 02 – Kualitas Air Tambak
Posted by
marindro
at
15.15
Seperti telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, bahwa tujuan pengelolaan budidaya udang pada fase bulan pertama pada dasarnya adalah: menyediakan lingkungan perairan tambak yang sesuai dengan tingkat kebutuhan benur/udang kecil.
Jumat, 16 Januari 2009
Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 01 – Latar Belakang
Posted by
marindro
at
14.16
Budidaya udang sebagai suatu kegiatan pembesaran udang di dalam suatu petakan tambak, maka variable waktu relative berpengaruh terhadap perlakuan teknis yang akan diterapkan. Ukuran udang dapat dikatakan berbanding lurus dengan pertambahan waktu, artinya dalam kondisi normal dengan bertambahnya waktu pemeliharaan maka ukuran udang juga akan semakin bertambah.
Jumat, 09 Januari 2009
Proses Tebar Benur 03 – Proses Aklimatisasi
Posted by
marindro
at
16.15
Pengertian dasar dari proses aklimatisasi seperti telah disebutkan di atas adalah proses penyesuaian dua kondisi lingkungan yang berbeda (dari hatchery ke perairan tambak) sehingga perubahan kondisi tersebut tidak menimbulkan stress bagi benur. Kegiatan ini perlu dilakukan secara cermat dan penuh kesabaran agar tingkat stress benur terhadap perubahan lingkungan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga secara kualitas dan kondisi benur dapat dipertahankan secara optimal.
Proses Tebar Benur 02 – Tahapan Kegiatan
Posted by
marindro
at
15.57
Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa proses tebar benur pada dasarnya merupakan kegiatan yang paling akhir dari proses penyiapan lahan tebar benur setelah semua tahapan dianggap cukup optimal bagi proses pemindahan benur dari dua lingkungan yang berbeda.
Senin, 01 Desember 2008
Proses Tebar Benur 01 – Latar Belakang
Posted by
marindro
at
03.29
Kegiatan budidaya udang merupakan suatu proses pembesaran udang dalam suatu petakan tambak dari usia benur hingga mencapai ukuran (size) tertentu yang dianggap telah layak secara finansial maupun teknis untuk dilakukan pemanenan. Tebar benur sebagai suatu proses awal tentu saja juga memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya udang.
Minggu, 30 November 2008
Penyiapan Lahan Tebar Benur 03 – Tahapan dan Metode (lanjutan)
Posted by
marindro
at
13.00
Pada pembahasan sebelumnya telah diuraikan tentang tahap pengelolaan lahan pasca panen. Pada pembahasan berikut akan diuraikan tahapan selanjutnya pada kegiatan penyiapan lahan tebar benur seperti pembahasan di bawah ini.
Kamis, 27 November 2008
Penyiapan Lahan Tebar Benur 02 – Tahapan dan Metode
Posted by
marindro
at
16.26
Seperti telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya, kegiatan penyiapan lahan tebar benur pada dasarnya dapat dikategorikan kedalam 2 (dua) macam kegiatan yaitu : (i) Pengelolaan lahan pasca panen, dan (ii) Penyiapan lahan tebar benur.
Jumat, 17 Oktober 2008
Penyiapan Lahan Tebar Benur 01 – Latar Belakang
Posted by
marindro
at
01.25
Kegiatan budidaya udang merupakan suatu usaha yang dijalankan melalui kegiatan penyiapan lahan tebar benur hingga dilakukan pemanenan dalam periode waktu tertentu yang berorientasi pada perolehan keuntungan secara finansial (profit oriented).
Kamis, 28 Agustus 2008
Kecerahan Perairan Tambak – 04 – Metode Pengelolaan
Posted by
marindro
at
02.09
Metode yang digunakan dalam pengelolaan kecerahan air adalah dengan sirkulasi air dan pemupukan dengan memperhatikan faktor bibit plankton dan sinar matahari. Sirkulasi air biasa digunakan dalam proses pengenceran air tambak dengan tingkat kecerahan air yang terlalu rendah/pekat, yaitu dengan pergantian air tambak secara kontinyu tanpa pemupukan sampai diperoleh tingkat kecerahan yang diinginkan.
Langganan:
Postingan (Atom)