Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Senin, 17 Maret 2008

Pentingnya Tandon Air

Air merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mendukung proses budidaya udang. Secara teknis, kualitas perairan yang bagus dapat menjadi faktor penentu keberhasilan proses budidaya dalam suatu periode. Salah satu aspek sistem pengelolaan air tambak adalah proses sirkulasi air yaitu pergantian air tambak yang bertujuan memperbaiki kualitas air agar sesuai dengan kebutuhan udang. Mengacu pada tujuan sirkulasi air tersebut maka hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas air yang dimasukkan ke dalam tambak pada saat proses pengisian air.

Jika kualitas air yang dimasukkan ke dalam tambak relatif lebih jelek dibandingkan kualitas air tambak maka.akan dapat menimbulkan masalah bagi udang.

Berdasarkan sumber alaminya air tambak dapat berasal dari air laut dan sungai (tidak terlalu jauh dari laut) dan jika ditinjau dari segi kualitasnya air yang berasal langsung dari kedua sumber tersebut relatif berfluktuasi tergantung dari kondisi musim dan lingkungan sekitarnya.

Sebagai upaya mendapatkan masukan air yang relatif dapat terkontrol kualitasnya, maka dalam suatu usaha budidaya udang, secara teknis sebaiknya disediakan suatu tandon air. Pengertian tandon air secara sederhana dapat diartikan sebagai tempat penampungan air yang akan digunakan sebagai sumber masukan air ke dalam tambak pada saat proses sirkulasi air. Berdasarkan pengertian ini maka air dari sumber masukan yang akan digunakan dalam sirkulasi air tidak secara langsung dimasukkan ke dalam petakan-petakan tambak, tapi terlebih dahulu di proses di dalam tandon tersebut.

Terkait dengan teknis budidaya udang, maka tandon air memiliki arti penting bagi pengelolaan kualitas air tambak, yaitu :
  1. Tandon air sebagai pengontrol kualitas air dari sumber pemasukan (air laut, sungai, dsb). Seperti telah disebutkan pada uraian di atas, air tambak yang berasal langsung dari sumbernya dari segi kualitas bersifat fluktuatif dan sangat tergantung dari musim dan lingkungan sekitarnya. Adanya tandon air diharapkan mempermudah pengontrolan kualitas air tersebut dan membantu dalam pengambilan keputusan terkait proses sirkulasi air;

  2. Tandon air dapat digunakan sebagai media uji coba suatu water treatment yang akan diterapkan dalam suatu petakan tambak. Suatu water treatment secara teknis budidaya diharapkan dapat memperbaiki kualitas perairan suatu tambak, tapi jika perlakuan air tersebut ternyata menghasilkan output yang tidak diharapkan maka dapat berpengaruh pada kondisi dan kualitas udang didalam petakan tambak tersebut. Suatu perlakuan air yang diuji cobakan terlebih dahulu di dalam tandon air, apapun hasinya tentu saja tidak berpengaruh terhadap kondisi udang karena hanya sebagai penampungan air;

  3. Tandon air dapat berfungsi sebagai sumber bibit plankthon bagi petakan tambak lainnya pada saat kondisi air tambak “susah dibentuk” (misal pada saat musim hujan). Kondisi air tambak seperti ini salah satu diantaranya disebabkan oleh minimnya ketersediaan plankthon di dalam tambak sehingga seolah-olah air tambak susah dibentuk. Sebagai upaya memperoleh bibit plankthon, maka tandon air dapat dijadikan sebagai sumber plankthon dengan cara memberikan perlakuan berupa pemupukan secara kontinyu sampai diperoleh plankthon seperti yang diharapkan. Bibit plankthon yang sudah terbentuk dan relatif stabil di dalam tandon air tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber plankthon bagi petakan tambak lainnya dengan jalan “inokulasi air”;

  4. Tandon air dapat dijadikan sebagai indikator terjadinya suatu permasalahan kualitas air yang berasal dari perairan umum (laut, sungai, dsb). Secara umum jika kualitas perairan umum tersebut menyebabkan permasalahan bagi kondisi biota di dalamnya, maka akan segera terlihat di dalam tandon air. Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi udang jika perairan umum dengan kualitas seperti itu langsung dimasukkan ke dalam petakan tambak;

  5. Pada kondisi tertentu tandon air secara ekonomis dapat menghasilkan nilai tambah bagi kegiatan budidaya pada periode tersebut, karena biasanya di dalam tandon air juga berkembang biota air yang memiliki nilai ekonomis.
Mengacu pada uraian tersebut di atas terlihat bahwa tandon air secara tidak langsung berfungsi sebagai filter terhadap permasalahan-permasalahan yang mungkin disebabkan oleh adanya jeleknya kualitas air yang berasal dari perairan umum (laut, sungai, dsb).

Mengingat arti penting dan fungsi dari tandon air bagi proses budidaya udang, maka sebaiknya dalam satu periode budidaya disediakan satu petakan yang dikhususkan untuk tandon air atau dibuat petakan khusus yang berfungsi sebagai tandon air.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. The Importance of Water Reservoir (English Version)
  2. Air Tambak Berdebu”
  3. Air Tambak “Kunang-Kunang” (Berpendar)
  4. Air Tambak Berbusa/Berbuih
  5. Mengenal Kondisi Udang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar