Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Kamis, 27 Maret 2008

Air Tambak “Kunang-Kunang” (Berpendar)

Pernahkah Anda pada saat melakukan pengamatan kondisi tambak pada malam hari, permukaan air tambak kelihatan mengeluarkan cahaya-cahaya kecil sehingga nampak seperti kunang-kunang ? Menyaksikan pemandangan tersebut, janganlah Anda terpana dengan keindahan fenomena tersebut karena air tambak dengan kondisi seperti itu merupakan salah satu indikator adanya “bahaya” bagi udang yang hidup di dalamnya.


Fenomena air tambak “kunang-kunang” lebih sering dijumpai pada saat musim kemarau dengan curah hujan yang relatif sedikit. Beberapa faktor yang menyebabkan air tambak berpendar pada malam hari, antara lain adalah :
  1. Tingkat salinitas perairan tambak yang relatif tinggi;

  2. Adanya dominansi plankthon jenis dynoflagellata di dalam perairan tambak;

  3. Kurangnya sirkulasi air di dalam perairan tambak.
Kondisi perairan tambak “kunang-kunang” jika tidak segera ditangani dengan segera. dapat menimbulkan pengaruh yang membahayakan bagi kondisi udang, yaitu antara lain :
  1. Udang berwarna pucat;

  2. Udang melakukan konvoy;

  3. Nafsu makan udang menurun atau bahkan udang tidak makan sama sekali;

  4. Pada jangka waktu tertentu dapat menimbulkan kerusakan hepatopanchreas;

  5. Pada kondisi ekstrim dapat menyebabkan kematian massal bagi udang
Sebagai upaya mengantisipasi/mencegah permasalahan air tambak “kunang-kunang” dapat dilakukan perlakuan teknis antara lain :
  1. Pada saat kadar salinitas air tambak relatif tinggi, lakukan sirkulasi air tambak secara rutin dengan frekuensi dan volume yang lebih dari biasanya;

  2. Kurangi dosis penggunaan pupuk jika kecerahan air dianggap sangat pekat yang dapat menimbulkan dominansi suatu jenis plankthon.
Jika air tambak sudah mengalami “kunang-kunang”, maka perlakuan teknis yang dapat diterapkan antara lain :
  1. Penggantian volume air tambak total yang dilakukan secara bertahap dan tidak mengguncang kondisi udang (sebaiknya dengan menggunakan sirkulasi sistem oplos yaitu buang dan isi air tambak secara bersamaan);

  2. Jika volume air tambak dianggap sudah tergantikan dengan air yang baru, maka sirkulasi air segera dikurangi;

  3. Lakukan inokulasi bibit plankthon yang bertujuan untuk menggantikan dominansi plankthon jenis dynoflagellata di dalam perairan tambak dengan jenis plankthon yang menguntungkan bagi kehidupan udang;

  4. Lakukan pemupukan rutin yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan plankthon yang baru;

  5. Lakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi dengan adanya perlakuan yang telah diberikan tersebut baik terkait dengan kondisi udang maupun kondisi/kualitas perairan.
Mengacu pada uraian tersebut di atas, maka sebaiknya kita mewaspadai jika kita menjumpai fenomena air tambak kita “kunang-kunang” dan kita tidak boleh terlena dengan keindahannya, karena dapat menimbulkan masalah yang serius bagi udang kita. Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader Artikel Terkait :
  1. Phosphorescency Pond Waters (English Version)
  2. Air Tambak Berdebu”
  3. Air Tambak Berbusa/Berbuih
  4. Pentingnya Tandon Air
  5. Waspada Terhadap Musim Hujan
  6. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak
  7. Mengenal Kondisi Udang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar