Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 25 April 2008

Konsep Pengelolaan Kualitas Air Tambak - 02

Perairan tambak dapat dianalogikan sebagai ‘rumah’ dan lingkungan tempat dimana udang tinggal dan melakukan aktifitasnya serta berinteraksi dengan organisme lainnya. Pengelolaan kualitas air tambak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan udang berarti menyediakan tempat tinggal bagi udang sehingga udang merasa ‘betah’ hidup di dalamnya dan dapat menjalankan kehidupannya dengan normal di lingkungannya.

Sebagai upaya menciptakan kondisi tersebut, maka sebelum menyiapkan tempat tinggal yang nyaman bagi udang perlu dipertimbangkan sifat dan behaviour udang agar lingkungan perairan sesuai dengan karakteristik sifatnya, yaitu antara lain ;

  1. Udang bersifat demersal, yaitu hidup di dasar perairan sehingga dalam pengelolaan kualitas air perlu mempertimbangkan kondisi dasar tambak yang dibutuhkan udang.

  2. Udang bersifat nocturnal, yaitu aktif pada malam hari sehingga perairan tambak perlu disesuaikan dengan proses biologi, kimia, fisika dan ekologi yang terjadi di dalamnya terutama pada malam hari.

  3. Udang bersifat phototaksis negatif, yaitu menghindari adanya cahaya secara langsung. Sifat ini berhubungan dengan pengelolaan kecerahan air tambak yang dapat menghalangi penetrasi cahaya secara langsung.

  4. Kanibalisme, yaitu pemangsaan yang dilakukan udang terhadap udang lainnya yang lebih lemah. Sebagai usaha mengurangi terjadinya kanibalisme maka perairan tambak perlu didukung dengan ketersediaan pakan alami yang cukup dan kondisi dasar tambak memungkinkan bagi udang yang berada dalam kondisi lemah untuk berlindung dari pemangsaan.

  5. Moulting, yaitu proses alami pertumbuhan udang dengan cara berganti kulit atau sebagai respons terhadap perubahan lingkungan yang bersifat drastis.Pengelolaan air tambak sedapat mungkin tidak menimbulkan guncangan terhadap keseimbangan perairan agar tidak terjadi moulting massal, karena pada saat moulting udang berada dalam kondisi yang lemah dan sangat rentan terhadap penyakit dan pemangsaan.

  6. Tingkat kebutuhan udang terhadap kualitas perairan relatif berubah berdasarkan umur udang
Pengelolaan kualitas air tambak yang tidak memperhatikan kondisi, kebutuhan dan sifat udang akan menyebabkan bertambahnya tingkat ‘kegelisahan’ udang di dalam tambak dan selalu berusaha untuk keluar dari lingkungan tersebut, meskipun kualitas air tambak sudah sesuai dengan tolok ukur yang digunakan. Pada kondisi seperti ini udang menunjukkan perilaku yang tidak normal dari biasanya sebagai indikator adanya ketidaksesuaian kualitas perairan dengan kebutuhan udang. Beberapa parameter yang dapat dijadikan sebagai indikator kualitas perairan adalah sebagai berikut :
  1. Kecerahan air tambak.
  2. Warna air tambak.
  3. Kondisi dasar tambak.
Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Konsep Pengelolaan Kualitas Air Tambak - 01
  2. Waspada Terhadap Musim Hujan
  3. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Penggunaan Bahan Kimia dan "Obat-Obatan"
  4. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  5. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  6. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  7. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  8. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Kondisi Dasar Tambak
  9. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  10. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
  11. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Kecerahan Perairan Tambak
  12. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar