Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Selasa, 24 Juni 2008

Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak - 02

Sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya, bahwa parameter yang dapat digunakan secara praktis sebagai tolok ukur kualitas perairan tambak meliputi kecerahan air, warna air (plankthon), kondisi fisik perairan, dan kondisi dasar tambak.

Permasalahan kualitas air tambak yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya udang juga menyangkut keempat parameter tersebut, yaitu:
  1. Permasalahan kualitas perairan tambak yang disebabkan karena kecerahan air atau kelimpahan plankthon di dalam tambak, yaitu kecerahan air tambak yang terlalu tinggi dan terlalu rendah.

  2. Permasalahan kualitas perairan tambak yang disebabkan karena warna perairan atau faktor plankthon yang ada di dalam perairan yang menyangkut dominansi jenis plankthon yang bersifat merugikan bagi udang, misalnya warna air tambak hijau pupus, kuning, blue green algae, dsb.

  3. Permasalahan kualitas perairan tambak yang disebabkan karena kondisi fisik air tambak yang dapat mengganggu kehidupan udang, misalnya air tambak berdebu, air tambak berpartikel, munculnya klekap di permukaan air, dsb.

  4. Permasalahan kualitas perairan tambak yang disebabkan karena kondisi dasar tambak yang tidak kondusif bagi kehidupan udang, misalnya akumulasi lumpur hitam yang banyak mengandung H2S dan sangat membahayakan bagi udang.
Penjelasan tentang permasalahan-permasalahan seperti tersebut di atas secara rinci telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya dan dapat dilihat pada Matriks Identifikasi Masalah Air Tambak.pdf .

Permasalahan kualitas air tambak memerlukan pendekatan yang komprehensif yaitu perairan tambak dipandang sebagai suatu ekosistem dimana unsur-unsur yang berada di dalamnya mempunyai keterkaitan satu sama lain, sehingga apabila ada salah satu unsur penyusunnya terkena suatu masalah maka akan berpengaruh terhadap keharmonisan hubungan satu sama lain di dalam perairan tersebut. Perairan tambak sebagai suatu ekosistem yang tertutup mempunyai angka ketergantungan yang tinggi terhadap kemampuan teknis budidaya terutama dalam pengelolaan kualitas airnya untuk membentuk suatu kondisi yang kondusif bagi organisme yang hidup di dalamnya. Prinsip dasar yang harus menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan kualitas perairan tambak dan permasalahannya adalah dalam kegiatan usaha budidaya ini yang menjadi subyek utama adalah kondisi dan kualitas udang yang bernilai ekonomis, sehingga setiap pengambilan keputusan yang akan diambil harus bermuara pada udang dengan mengacu pada perhitungan biaya dan tingkat provite value dari udang yang telah dihasilkan. Begitu pula sebaliknya perhitungan biaya yang menyangkut teknis pengelolaan kualitas air jangan sampai menghasilkan kondisi dan kualitas udang yang tidak optimal.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak - 01
  2. Waspada Terhadap Musim Hujan
  3. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Penggunaan Bahan Kimia dan "Obat-Obatan"
  4. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  5. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  6. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  7. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  8. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Kondisi Dasar Tambak
  9. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  10. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
  11. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Kecerahan Perairan Tambak
  12. Pengelolaan Kualitas Air Tambak - 01

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar