Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Sabtu, 12 Juli 2008

Inokulasi Air Tambak - 2 - Metode

Kegiatan inokulasi air tambak dalam penerapannya mempunyai keterkaitan dengan kegiatan sirkulasi air dan pemupukan. Sirkulasi diperlukan dalam proses penggantian air tambak yang akan digunakan sebagai wadah/media penumbuhan dan pengembangan bibit plankton hasil inokulasi air, sedangkan pemupukan diperlukan untuk memacu pertumbuhan bibit plankton tersebut.

Tahapan-tahapan kegiatan dalam proses inokulasi air yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut:
  1. Penurunan volume air tambak pada petakan yang hendak diinokulasi dengan melalui sirkulasi air secara kontinyu untuk menggantikan air tambak yang lama sampai pada ketinggian air tertentu.

  2. Pembersihan biota perairan yang dapat menggangu proses penumbuhan plankton dalam petakan tambak yang hendak diinokulasi.

  3. Penentuan petakan tambak yang akan dijadikan sebagai sumber bibit plankton dengan kriteria seperti yang telah disebutkan di atas.

  4. Penggunaan alat bantu inokulasi yang berupa selang spiral dan pompa air untuk petakan tambak yang berdekatan dan wadah penampung air untuk lokasi yang relatif jauh.

  5. Proses inokulasi dilakukan secara kontinyu terutama pada waktu pagi sampai sore agar bibit plankton yang dipindahkan dapat memanfaatkan sinar matahari dalam melakukan fotosinthesa untuk memacu pertumbuhan dan perkembangannya di dalam petakan tambak yang baru.

  6. Pada saat dilakukan inokulasi proses sirkulasi air pada petakan yang sedang diinokulasi sebaiknya dihentikan agar bibit plankton tidak ikut terbuang pada saat dilakukan sirkulasi.

  7. Proses inokulasi air disertai dengan kegiatan pemupukan baik yang organik maupun an organik agar proses pertumbuhan plankton dapat berlangsung dengan segera.

  8. Proses inokulasi dihentikan jika pada petakan tambak yang diinokulasi telah menghasilkan plankton dengan kriteria yang diinginkan
Proses penumbuhan plankton dengan metode inokulasi ini yang perlu dijadikan dasar pertimbangan dalam menentukan pola tebar secara tidak serempak dengan tujuan mengkondisikan petakan-petakan tambak berisi udang dengan umur yang bervariasi. Pada udang dewasa kondisi kualitas perairan terutama plakthon relatif sudah terbentuk dan lebih stabil, sedangkan pada udang muda/usia tebar kondisi perairannya relatif belum stabil dan lebih mudah terguncang karena perubahan lingkungan sekitarnya.

Pola tebar secara tidak serempak sangat direkomendasikan pada kegiatan budidaya udang yang dilakukan pada musim dengan tingkat curah hujan yang cukup tinggi, karena dengan pola tebar ini ketersediaan bibit plankton relatif selalu tersedia. Pada musim ini kondisi dan kualitas perairan sangat rentan terhadap adanya plankton collaps terutama pada petakan tambak yang kondisi perairanya belum stabil akibat pengaruh curah hujan dan intensitas sinar matahari yang rendah. Kondisi semacam ini dapat diantisipasi dengan proses inokulasi air dari tambak dengan perairan yang stabil ke dalam petakan tambak yang mengalami plankton collaps.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Inokulasi Air Tambak -1 - Latar Belakang
  2. Waspada Terhadap Musim Hujan
  3. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Penggunaan Bahan Kimia dan "Obat-Obatan"
  4. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak
  5. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  6. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  7. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  8. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Kondisi Dasar Tambak
  9. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  10. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
  11. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Kecerahan Perairan Tambak
  12. Pengelolaan Kualitas Air Tambak - 01

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar