Mesin Pencari

Selasa, 29 Juli 2008

Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi

Penerapan treatment dengan menggunakan bahan-bahan kimia dan obat-obatan ini terkait erat dengan sirkulasi air tambak terutama dalam kegiatan pengaturan ketinggian air tambak seperti halnya pada kegiatan pemupukan yang telah diuraikan sebelumnya, yaitu volume air tambak sangat berpengaruh terhadap keefektifan treatmen yang akan dilakukan.

Kondisi ini dapat diartikan bahwa pada dosis pemakaian yang sama tingkat pengaruh dan keefektifannya akan relatif berbeda jika diberikan pada tambak dengan volume air yang berbeda. Tahapan-tahapan yang dapat dilakukan dalam penerapan treatment ini adalah sebagai berikut:
  1. Identifikasi tingkat masalah yang dijumpai perairan tambak dan tingkat pengaruhnya terhadap kegiatan budidaya.

  2. Jika permasalahan yang ditemukan dianggap cukup serius maka perlu dilakukan penurunan ketinggian air tambak sekitar 50 %.

  3. Pada ketinggian air tambak yang relatif rendah dilakukan sirkulasi air dengan cara oplos sesuai dengan kebutuhan.

  4. Pemberian bahan-bahan kimia/obat-obatan ke dalam perairan dengan dosis sesuai dengan tingkat masalah yang dialami.

  5. Sirkulasi air tambak dihentikan dan pengoperasian kincir air diintensifkan agar perlakuan yang telah diberikan dapat memberikan hasil yang optimal.

  6. Jika kualitas perairan dan kondisi udang menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, maka sirkulasi air tambak dilakukan kembali ke arah penambahan air tambak dan perbaikan kualitas perairan yang lebih stabil.

  7. Jika kualitas perairan dan kondisi udang tidak mengalami perbaikan dan cenderung bertambah parah maka pengambilan keputusan sebaiknya mengarah pada pemanenan dengan mempertimbangkan biaya produksi yang telah dikeluarkan dan estimasi hasil panen berdasarkan harga, size dan kualitas udang.
Penggunaan bahan-bahan kimia dan obat-obatan didalam pengelolaan kualitas air tambak tidak direkomendasikan pada udang dalam kondisi normal yang siap panen. Perlakuan ini dikhawatirkan dapat terserap tubuh udang melalui proses metabolismenya ataupun terabsorpsi pada saat udang melakukan moulting dan dapat mempengaruhi kualitas udang yang dihasilkan. Pada beberapa tahun terakhir telah dilakukan pengujian mutu udang melalui peraturan yang ketat oleh beberapa negara tujuan ekspor, terutama terhadap udang yang mengandung unsur logam berat dan zat-zat yang dianggap berbahaya.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
  2. Kecerahan Perairan Tambak - 1
  3. Waspada Terhadap Musim Hujan
  4. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  5. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  6. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  7. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  8. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Kondisi Dasar Tambak
  9. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  10. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
  11. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar