Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Selasa, 19 Februari 2008

Mengapa Udang Convoy ?

Dalam satu siklus budidaya terkadang dijumpai fenomena udang melakukan konvoi di dalam satu petakan tambak. Batasan udang konvoi secara sederhana adalah udang secara bergerombol bergerak secara terus menerus dengan arah yang relatif sama di sekeliling petakan tambak. Aktivititas udang konvoi ini dapat terjadi setiap saat dari udang usia benur sampai usia menjelang panen.


Fenomena udang konvoi dalam satu petakan tambak merupakan indikasi adanya suatu masalah baik itu terkait dengan lingkungan perairan sekitarnya maupun dari udang itu sendiri. Seperti telah diuraikan dalam penjelasan sebelumnya bahwa perairan tambak merupakan suatu ekosistem perairan pada lingkungan yang terbatas yaitu hanya meliputi lingkungan di dalam petakan tambak, sehingga ruang gerak organisme/biota (termasuk udang) yang hidup di dalamnya akan terbatas pula. Organisme/biota yang hidup di dalamnya tidak mempunyai alternatif pilihan untuk mencari lingkungan lainnya jika keseimbangan ekosistem didalam petakan tambak terganggu.

Sebagai upaya mencari lingkungan perairan yang “nyaman”, maka jika ada suatu masalah di dalam petakan tambak tersebut udang akan terus berusaha mencari lingkungan yang membuatnya “betah” dan karena ruang geraknya dibatasi oleh dinding tambak maka udang hanya dapat bergerak mengelilingi petakan tambak tersebut sehingga terlihat seperti konvoi.

Udang konvoi pada dasarnya merupakan “bahasa tubuh” dari udang (baik secara individu/massal) sebagai mahkluk hidup yang mengisyaratkan bahwa udang memerlukan/meminta perlakuan yang dapat memenuhi kebutuhannya, sehingga apa yang dia inginkan pada saat itu bisa terpenuhi. Berdasarkan uraian tersebut di atas maka sudah seharusnya seorang teknisi/praktisi budidaya udang memahami “bahasa tubuh” udang tersebut (dalam hal ini udang konvoi) agar secara dini dapat mengantisipasi masalah.

Metode praktis yang dapat dilakukan untuk mendeteksi apa yang dibutuhkan udang pada saat konvoi secara garis besar adalah dengan menebarkan pakan di beberapa tempat dinding petakan tambak. Kesimpulan yang dapat diambil dari penerapan metode ini adalah sebagai berikut :
  1. Udang tertarik terhadap rangsang pakan yang diberikan. Kondisi ini ditandai oleh aktivitas udang yang segera mendekati dinding petakan tambak untuk mengkonsumsi pakan yang diberikan. Jika pakan tersebut telah habis udang biasanya akan mencari pakan di sekitarnya dan jika tidak ditemukan maka udang akan melakukan konvoi lagi. Metode ini dapat dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh kepastian hasil yang sama. Berdasarkan kondisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa udang konvoi dalam petakan tambak tersebut terjadi karena membutuhkan pakan atau dengan kata lain udang kekurangan pakan. Keputusan yang segera diambil jika dijumpai fenomena seperti ini adalah meninjau kembali program pakan yang telah disusun terutama yang terkait dengan pakan harian sesuai dengan tingkat kebutuhan udang.

  2. Udang tidak tertarik terhadap rangsang pakan yang diberikan. Meskipun telah ditebarkan pakan, udang masih terus melakukan konvoi mengitari petakan dinding tambak. Berdasarkan kondisi ini maka dapat disimpulkan bahwa udang konvoi dalam petakan tambak tersebut terjadi karena adanya permasalahan yang terkait dengan kualitas perairan. Menghadapi hal semacam ini maka segera lakukan perbaikan kualita perairan tambak sesuai dengan tingkat kebutuhan udang (program pengelolaan kualitas air tambak telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya).
Pemahaman terhadap fenomena udang konvoi dan keputusan penanganan yang perlu diterapkan merupakan salah satu alternatif untuk mendeteksi terjadinya permasalahan dalam budidaya udang.

Dan yang perlu diingat adalah “jangan anggap remeh udang konvoi, jika tidak ingin timbul masalah yang lebih serius”.


Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Why Does The Shrimps Convoy ? (English Version)
  2. Ekor “Gripis” Pada Udang
  3. Udang Berlumut
  4. Konsep Size dan Kualitas Udang Dalam Menentukan Harga
  5. Kita Mengikuti Udang Bukan Udang Menuruti Kita !
  6. Sayangilah Udang Anda
  7. Kriteria Kualitas Benur
  8. Mengenal Kondisi Udang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar