Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 11 April 2008

Ekor “Gripis” Pada Udang

Pada saat melakukan pengamatan kondisi udang di tambak seringkali kita jumpai udang dengan bagian ekornya mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi yaitu mulai dari kerusakan ringan (ekor udang hanya rusak sedikit) sampai pada tingkat parah (udang hampir tidak memiliki ekor. Istilah ekor gripis barangkali tidak semua mengenalnya, karena istilah tersebut merupakan istilah yang umum digunakan dalam usaha budidaya di daerah Pantura Jawa dan beberapa daerah lainnya.

Ekor gripis sebagai salah satu parameter kondisi udang juga sangat mempengaruhi kualitas udang yang akan dihasilkan (penjelasan tentang konsep kualitas dan size dalam menentukan harga dapat diklik di sini). Ada dua faktor utama yang dapat menyebabkan ekor grpis pada udang, yaitu :

  1. Kanibalisme, ekor udang rusak karena ada kanibalisme diantara udang dalam satu populasi di dalam petakan tambak. Kerusakan yang disebabkan oleh faktor kanibalisme biasanya ditandai dengan bagian ekor udang yang rusak tidak disertai benjolan kecil. Faktor kanibalisme lebih banyak disebabkan oleh kekurangan pakan yang diberikan kepada udang di dalam tambak.

  2. Kualitas air tambak jelek.

  3. Dasar tambak kotor. Kerusakan ekor udang yang disebabkan oleh item 2 dan 3 biasanya disertai dengan benjolan kecil di bagian ujungnya. Adapun indikasi/gejala terjadinya ekor gripis tersebut yang disebabkan oleh faktor 2 dan 3, yaitu antara lain : (1) Bagian ujung ekor udang terdapat benjolan kecil dan apabila dipijit dengan jari tangan benjolan tersebut akan mengeluarkan lendir; (2) Setelah muncul benjolan tersebut ekor udang akan mengalami kerusakan; dan (3) Dalam kondisi seperti ini udang masih terlihat aktif.
Beberapa perlakuan teknis budidaya yang dapat diterapkan untuk mengantisipasi permasalahan udang ekor gripis, antara lain adalah :
  1. Jika ekor gripis disebabkan oleh faktor kanibalisme, maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meninjau ulang program pakan udang agar sesuai dengan tingkat kebutuhan udang.

  2. Jika ekor gripis disebabkan oleh faktor kualitas air/dasar tambak kotor, maka upaya yang dapat dilakukan adalah : (a) pembersihan dasar tambak, (b) melakukan sirkulasi air secara lebih intensif, (c) pemberian kapur lunak/zeolit, dan (d) pada stadium parah dapat dilakukan pemberian KMNO4 (kalium permanganat) dengan dosis normal (tidak direkomendasikan).

  3. Lakukan pengamatan terhadap perubahan kondisi udang secara cermat setelah diberikan perlakuan tersebut di atas.
Permasalahan ekor gripis pada udang lebih dominan disebabkan oleh faktor lingkungan yaitu kulitas air tambak yang jelek/dasar tambak kotor, sehingga alternatif yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan ini adalah dengan menjaga kualitas tambak dalam kondisi optimal bagi udang, dan rutin melakukan pengontrolan kondisi dasar tambak.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Broken Tail/Uropods on Shrimp(English Version)
  2. Udang Berlumut
  3. Konsep Size dan Kualitas Udang Dalam Menentukan Harga
  4. Kita Mengikuti Udang Bukan Udang Menuruti Kita !
  5. Sayangilah Udang Anda
  6. Mengapa Udang Convoy ?
  7. Kriteria Kualitas Benur
  8. Mengenal Kondisi Udang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar