Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Rabu, 25 Juni 2008

Predator dan Kompetitor Udang Di Dalam Tambak

Salah satu jenis permasalahan lain yang menyangkut perairan tambak dan tidak ada keterkaitannya dengan permasalahan kualitas air seperti telah dibahas sebelumnya adalah adanya biota perairan yang bersifat predator dan competitor bagi udang serta hidup dan berkembang di dalam tambak.


Predator adalah biota yang memangsa udang di dalam tambak seperti jenis ikan kakap, ikan selangi, ikan kuro, dan berbagai jenis ikan carnivora lainnya. Pemunculan jenis predator di dalam perairan tambak relatif tidak berpengaruh nyata pada kualitas perairan baik dari segi keseimbangan dan kestabilannya, tetapi sangat berpengaruh pada tingkat kehidupan dan populasi udang di dalam tambak..

Competitor adalah biota perairan yang ikut bersaing dengan udang dalam hal konsumsi makanan yang ada di dalam tambak ataupun pakan yang telah diberikan ke dalam tambak seperti jenis ikan mujahir, ikan nila, kepiting dan jenis biota lainnya yang ikut mengkonsumsi pakan udang. Seperti halnya predator maka keberadaan jenis biota ini di dalam tambak hanya berpengaruh nyata pada program pemberian pakan udang yang telah ditentukan dan tidak mempengaruhi kualitas perairan tambak.

Pemunculan predator dan kompetitor udang di dalam tambak dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
  1. Proses penyiapan lahan tebar benur yang kurang maksimal, sehingga predator dan kompetitor udang yang masuk ke dalam tidak mati secara tuntas.

  2. Saluran pemasukan air tanpa adanya filterisasi, sehingga predator dan kompetitor udang dapat masuk ke dalam perairan tambak.

  3. Predator dan kompetitor udang masuk ke dalam perairan tambak masih berupa telur atau larva meskipun saluran pemasukan air tambak sudah dilakukan filterisasi.
Keberadaan jenis serta kelimpahan predator dan kompetitor udang di dalam tambak akan membawa dampak yang serius jika jumlahnya sudah sangat melimpah dan tidak segera ditangani. Indikasi keberadaan predator dan kompetitor udang di dalam tambak dapat diketahui melalui cara, antara lain :
  1. Pengamatan pada saat dilakukan sampling udang secara berkala, karena biasanya predator dan kompetitor udang akan ikut terbawa bersama jala sampling sehingga jenis dan perkiraan kelimpahannya di dalam tambak dapat diketahui.

  2. Pengamatan dan identifikasi predator dan kompetitor udang pada saat dilakukan pengecekkan ancho secara rutin.

  3. Pengamatan dan identifikasi predator dan kompetitor udang secara langsung melalui gerak dan aktifitas predator dan kompetitor udang di dalam tambak.
Pengendalian dan pemusnahan predator dan kompetitor udang di dalam tambak dapat dilakukan dengan menggunakan saponin dengan dosis yang mematikan bagi keduanya. Kegiatan ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kualitas udang pada saat itu dan sebaiknya jangan dilakukan pada saat udang dalam kondisi lemah atau pada saat udang sedang moulting massal. Pemberian saponin ke dalam tambak sedapat mungkin dilakukan pada saat cuaca cerah dan sinar matahari sangat terik serta ketinggian air tambak relatif rendah yang dimbangi dengan pengoperasian kincir yang intensif, karena pada kondisi seperti ini pengaruh dari saponin akan sangat efektif dan mematikan bagi predator dan kompetitor udang. Setelah perlakuan pemberian saponin bangkai dari predator dan kompetitor udang yang ada di tambak sebaiknya segera diangkat keluar tambak agar tidak mengotori dan membusuk di tambak, dan selanjutnya kualitas perairan tambak dibentuk dan diperbaiki kembali agar tidak mempengaruhi udang dengan cara melakukan sirkulasi air.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak - 02
  2. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak - 01
  3. Waspada Terhadap Musim Hujan
  4. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Penggunaan Bahan Kimia dan "Obat-Obatan"
  5. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  6. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  7. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  8. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  9. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Kondisi Dasar Tambak
  10. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  11. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
  12. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Kecerahan Perairan Tambak
  13. Pengelolaan Kualitas Air Tambak - 01

1 komentar:

  1. Yth. Bapak / Ibu,

    Perkenankan kami menawarkan produk KLIR 15 dari SMS, yang berguna untuk basmi hama hama keong dan ikan predator.

    KLIR 15 adalah ampas dari bungkil biji teh Camellia Oleifera yang mengandung zat saponin kadar tinggi yang berguna untuk basmi hama keong dan basmi hama ikan predator di perikanan, serta meransang molting serentak pada udang.

    Unggulnya KLIR 15 pada Pertanian:
    • Membasmi hama keong
    • HEMAT, cukup 20 PPM

    Unggulnya KLIR 15 pada Perikanan:
    • Membasmi hama ikan predator (aman terhadap udang)
    • HEMAT, cukup 15 PPM
    • Merangsang udang untuk molting serentak.
    • Dapat digunakan di air tawar dan di air laut.
    • Membantu pertumbuhan plankton, ampas KLIR 15 yang jatuh kedasar kolam berfungsi sebagai pupuk organik.
    • Pada saat panen ikan sehingga ikan mudah dipanen.

    Aplikasi & Dosis pada pertanian:
    KLIR 15 ditebarkan langsung di sawah dengan dosis 30 kg per hektar sawah genangan air 15 cm (20 PPM). Setelah aplikasi, keong mas akan muncul ke permukaan air sehingga mudah diambil / buang.

    Aplikasi & Dosis pada perikanan:
    KLIR 15 direndam dalam air selama 6 jam agar zat Saponin larut dalam air. Taburkan larutan beserta ampasnya secara merata ke dalam kolam, hidupkan kincir.

    Dosis pada air payau:
    • Persiapan lahan 15 PPM (75 kg / hektar tinggi air ½ meter).
    • 0 – 30 hari 10 PPM / bulan (50 kg / hektar tinggi air ½ meter).
    • 31 – 90 hari 10 PPM / 2 minggu (50 kg / hektar tinggi air ½ meter).
    • 91 – 120 hari 10 PPM / 2 minggu (50 kg / hektar tinggi air ½ meter).

    Pada air tawar, dosis dikali dua.

    Bahan aktif zat saponin bekerja dengan cara melumpuhkan sistem saraf dan sistem pernafasan ikan. Udang mempunyai daya tahan 40 kali terhadap racun Saponin dibandingkan dengan ikan. Daya racun Saponin akan hilang sendirinya dalam 2-3 hari di dalam air.

    Kandungan KLIR 15
    Ampas bungkil biji teh Camellia Oleifera.

    Kemasan & cara simpan
    Karung plastik 25 kg/sak. Simpan di tempat yang kering, jangan terkena sinar matahari secara langsung. Apabila telah digunakan dan tersisa segera ditutup kembali.

    Harga NEGO untuk pengambilan besar

    Untuk pemesanan silahkan hubungi sales kami di
    Hp. 0811-1856676
    Office 021-70643399


    Terima kasih,
    PT. Sinar Multi Satwa

    BalasHapus