Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 18 Juli 2008

Pemupukan Air Tambak – 02 – Jenis dan Metode

Didalam kegiatan budidaya udang secara garis besar jenis pupuk yang dapat digunakan dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu : (i) pupuk an organic, dan (ii) pupuk organic. Jenis pupuk an organik yang biasa digunakan dalam kegiatan budidaya adalah urea (NH2 CONH2) dan TSP (Ca(H2PO4)), sedangkan pupuk organik yang biasa digunakan adalah fermentasi saponin dan fermentasi pakan rusak.

Fungsi dan dosis yang digunakan dari masing-masing jenis pupuk tersebut relatif berbeda tergantung dari kondisi perairan dan tingkat kebutuhannya berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lapangan.

Secara visual pupuk urea dapat dikenali dari bentuknya yaitu yang berupa butiran-butiran kristal halus yang berwarna putih dan jika dicampur dengan air akan terasa dingin (salah satu sifat dari pupuk ini adalah sangat mudah menyerap air). Pupuk urea merupakan salah satu pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Pupuk urea biasanya digunakan untuk memacu atau menumbuhkan phytoplankton yang bersifat stabil di dalam tambak.

Salah satuk jenis pupuk kimia lainnya adalah pupuk TSP (Triple Super Phosphat) yang biasa disebut dengan pupuk SP-36 dan berwarna abu-abu coklat muda Didalam kegiatan budidaya udang, jenis pupuk ini dapat digunakan untuk menumbuhkan jenis phytoplankton yang dapat memacu berkembangnya zooplankton yang dapat dijadikan sebagai pakan alami bagi udang yang masih muda/kecil. Dosis penggunaan urea yang sering dipakai adalah sekitar tiga kali lipat TSP pada kondisi normal dan pemakaiannya dapat digunakan secara terpisah maupun bersamaan berdasarkan kondisi yang ada di lapangan.

Pupuk organik yang dapat digunakan adalah berupa hasil fermentasi saponin atau fermentasi pakan rusak. Fungsi dari pupuk ini adalah sebagai suplai unsur hara yang tidak terdapat dalam pupuk an organik dan dibutuhkan oleh plankton. Fermentasi dilakukan agar saponin/pakan rusak dalam kondisi hancur sehingga diharapkan mudah diserap oleh plankton pada saat melakukan fotosintesa. Selain tujuan tersebut di atas pemberian bahan organik ini juga dimaksudkan untuk penyeimbang komposisi bahan an organik yang ada di perairan tersebut selain itu juga untuk memacu pertumbuhan zooplankton yang dapat dijadikan sebagai pakan alami bagi udang atau organisme lainnya. Pemberian pupuk organik bersifat insidental dan dilakukan berdasarkan hasil pengamatan dan tingkat kebutuhan perairan serta kondisi udang.

Pakan yang diberikan ke udang secara prinsip dapat berfungsi sebagai pupuk organik bagi perairan tambak dan membantu dalam proses pembentukan kestabilan plankton didalam tambak. Fenomena ini dapat dijumpai dan diamati pada tambak dengan populasi udang yang padat dan jumlah pemberian pakan yang besar. Pada kondisi ini kestabilan plankton dalam perairan akan terbentuk dengan sendirinya tanpa adanya pemupukan, karena unsur-unsur yang terdapat dalam pakan udang juga diserap oleh plankton untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya di perairan tersebut.

Metode pemupukan air tambak erat hubungannya dengan proses sirkulasi air dengan dasar pemikiran bahwa volume air tambak sangat berpengaruh terhadap keefektifan kegiatan pemupukan yang dilakukan. Kondisi ini dapat diartikan bahwa pada dosis pemakaian pupuk yang sama tingkat pengaruh dan keefektifannya akan relatif berbeda jika diberikan pada tambak dengan volume air yang berbeda. Berdasarkan hal ini maka sebelum dilakukan pemupukan biasanya dilakukan sirkulasi terlebih dahulu dengan jalan mengurangi volume air dan menambahkan air baru ke dalam tambak sampai pada ketinggian air yang relatif lebih rendah, kemudian baru dilakukan pemupukan.

Kegiatan pemupukan sebaiknya dihindari pada perairan yang mengalami kasus seperti di bawah ini :
  1. Kecerahan air tambak sangat rendah sehingga kelimpahan plankton sangat tinggi. Pada kondisi ini jika pemupukan tetap dilakukan maka akan mengarahkan perairan tambak pada keadaan plankton booming yang dapat membahayakan udang, sehingga antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sirkulasi air secara kontinyu terutama pada malam hari dengan tujuan melakukan pengenceran air tambak.

  2. Perairan dengan dominansi jenis plankton yang bersifat merugikan bagi udang.

  3. Perairan tambak yang tidak ada bibit planktonnya. Kegiatan pemupukan pada perairan dalam kondisi ini akan memacu tumbuhnya lumut di dalam tambak.

  4. Perairan tambak yang ditumbuhi lumut dalam jumlah yang besar. Pemupukan yang dilakukan hanya akan menyuburkan lumut di dalam tambak, sehingga antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengangkat lumut tersebut keluar tambak terlebih dulu kemudian baru dilakukan pembentukan air.
Parameter hasil dari kegiatan pemupukan yang biasa digunakan adalah perubahan tingkat kecerahan air dan atau perubahan warna perairan. Pada cuaca cerah hasil dan pengaruh dari pemupukan terhadap perairan tambak dapat dilihat pada sore hari dengan jalan membandingkan perubahan tingkat kecerahan dan warna air sebelum dan sesudah pemupukan. Kecerahan air tambak digunakan sebagai parameter perubahan kelimpahan plankton sebagai akibat kegiatan pemupukan, sedangkan perubahan warna perairan digunakan untuk melihat perubahan dominansi jenis plankton tertentu di perairan tersebut.

Pada cuaca cerah kegiatan fotosintesa yang dilakukan phytoplankton berjalan relatif sempurna karena terbantu oleh sinar matahari secara langsung yang berakibat penyerapan unsur-unsur yang terdapat di dalam pupuk oleh phytoplankton juga berlangsung sempurna, sehingga pengaruh dari pemupukan akan segera dapat teramati.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. IPemupukan Air Tambak - 01 - Latar Belakang
  2. Inokulasi Air Tambak - 2 - Metode
  3. Inokulasi Air Tambak -1 - Latar Belakang
  4. Waspada Terhadap Musim Hujan
  5. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Penggunaan Bahan Kimia dan "Obat-Obatan"
  6. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak
  7. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  8. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  9. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  10. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Kondisi Dasar Tambak
  11. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  12. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
  13. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Kecerahan Perairan Tambak
  14. Pengelolaan Kualitas Air Tambak - 01

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar