Berdasarkan proses pembentukannya suatu ekosistem secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu : (i) ekosistem alami dan , (ii) ekosistem buatan.Berdasarkan hal ini, maka suatu perairan tambak udang dapat dikategorikan sebagai suatu ekosistem buatan yang diharapkan dapat memberikan “keamanan dan kenyamanan” bagi udang selama proses budidaya berlangsung.
Sebagai suatu ekosistem buatan, maka komponen-komponen pembentuk dan interaksi yang terjadi di dalam suatu ekosistem perairan tambak udang sangat dipengaruhi oleh perlakuan teknis yang diberikan/diterapkan pada perairan tersebut.
Seperti halnya pada ekosistem alami, di dalam suatu ekosistem perairan tambak udang yang sudah terbentuk, organisme dalam komunitas tersebut berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.
Ditinjau berdasarkan komponen pembentuknya, ekosistem perairan tambak juga tersusun atas komponen-komponen penyusun yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain (pada pembahasan ini komponen-komponen penyusun ekosistem akan diuraikan secara aplicated agar mudah dipahami dalam implementasinya di lapangan). Komponen-komponen penyusun tersebut adalah sebagai berikut:
Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader
Artikel Terkait :
Seperti halnya pada ekosistem alami, di dalam suatu ekosistem perairan tambak udang yang sudah terbentuk, organisme dalam komunitas tersebut berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.
Ditinjau berdasarkan komponen pembentuknya, ekosistem perairan tambak juga tersusun atas komponen-komponen penyusun yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain (pada pembahasan ini komponen-komponen penyusun ekosistem akan diuraikan secara aplicated agar mudah dipahami dalam implementasinya di lapangan). Komponen-komponen penyusun tersebut adalah sebagai berikut:
- Petakan dan perairan tambak yang menjadi media dan substrat bagi tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup bagi biota yang ada di dalamnya. Petakan tambak memiliki peran sebagai substrat tembat habitat hidup udang dan biota perairan lainnya,. Selain itu petakan tambak berperan sebagai media penampung air dan berinteraksi dengan memberi dan menerima nutrien ke dan dari air, bersama - sama mendukung proses kimia dan biologi dalam satu kesatuan unit ekosistem tambak.
Perairan tambak bersifat lebih dinamis dibanding petakan tambak karena di dalam perairan tersebut terjadi reaksi reaksi fisik, kimia dan biokimia yang kompleks.. Reaksi-reaksi fisika dan kimia tersebut dapat dikatakan sebagai komponen abiotik ekosistem perairan tambak.
Sebagai suatu ekosistem perairan tertutup maka karakteristik petakan tambak dan perairan tambak memiliki aspek yang sangat strategis agar dapat dikondisikan seperti ekosistem perairan alami melalui penerapan teknis budidaya.
- Phytoplankton dalam suatu perairan tambak merupakan komponen autotrofik karena dapat membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti sinar matahari (fotoautotrof) dan bahan kimia (kemoautotrof). Jenis plankton ini memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kestabilan ekosistem perairan tambak. Indikator kualitas perairan tambak (kecerahan, warna, dasar tambak) sangat dipengaruhi oleh kestabilan phytoplankton (pada kondisi tertentu juga dipengaruhi oleh jenis zooplankton) di dalam perairan.
- Udang dan jenis biota perairan tambak dapat dikatakan sebagai komponen heterotrofik sekaligus fagotrofik (konsumen makro) karena memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya.
- Selain ketiga komponen tersebut di atas, di dalam ekosistem perairan tambak juga terdapat komponen pengurai (decomposer) yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Di dalam perairan tambak terdapat dua alternatif dampak dari proses dekomposisi tersebut yaitu merugikan atau menguntungkan bagi udang dan organisme/biota yang hidup didalam perairan tersebut.
Proses dekomposisi akan menguntungkan jika ekosistem perairan dalam kondisi seimbang dan stabil karena proses interaksi antar komponen penyusun ekosistem tersebut akan saling mendukung. Sedangkan jikan ekosistem perairan dalam kondisi tidak seimbang dan tidak stabil, maka proses dekomposisi tersebut dapat membahayakan bagi udang dan biota/organism lain yang hidup di dalam perairan tersebut.
Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader
Artikel Terkait :
- Mengenal Perairan Tambak Udang Melalui Pendekatan Ekosistem 01 – Pemahaman
- Konsep Pengelolaan Kualitas Air Tambak - 01
- Waspada Terhadap Musim Hujan
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Penggunaan Bahan Kimia dan "Obat-Obatan"
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
- Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
- Pengelolaan Kualitas Air Tambak 05 - Kondisi Dasar Tambak
- Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
- Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
- Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Kecerahan Perairan Tambak
- Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak
Artikelnya bagus, bermanfaat,
BalasHapusJika Anda membutuhkan produk Kapur :
- Kapur pertanian /Kaptan / Dolomite
- Kapur Tohor /Cao / Kalsium Oksida.
- Kapur Siram/ CaOH2 / Kalsium Hidroksida.
- Kapur mill/ CaCo3 /Kalsium Karbonat dll.
-Zeolite
-Bentonite
Untuk informasi pemesanan Silahkan hubungi penjual :
081281774186
085793333234
Lokasi Pabrik Di Padalarang Bandung Barat