Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Senin, 12 Mei 2008

Tinja Udang Sebagai Indikator Kondisi Udang

Tinja udang merupakan salah satu parameter yang dapat dijadikan sebagai indikator kondisi udang terutama yang terkait dengan nafsu makan dan kondisi kesehatan dari udang. Pengamatan tinja udang dapat dlakukan pada saat kita melakukan check ancho bersamaan dengan pengontrolan program pemberian pakan (untuk mengetahui tingkat konsumsi udang terhadap pakan yang diberikan).

Kedua kegiatan ini (pengamatan tinja udang dan kontrol program pakan) merupakan dua hal yang saling terkait untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh pakan terhadap tingkat konsumsi dan kondisi udang.

Secara garis besar penilaian terhadap tinja udang dapat diamati melalui pengamatan secara visual terhadap bentuk dan warna dari tinja udang tersebut. Kedua parameter tersebut (bentuk dan warna tinja udang) dapat dijadikan sebagai indikator terhadap tingkat konsumsi udang dan kondisi kesehatan udang pada saat itu. Berdasarkan bentuk tinja udang dan korelasinya terhadap kondisi udang, secara praktis adalah sebagai berikut :
  1. Tinja udang berbentuk memanjang dan padat dan tidak terputus. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sistem pencernaan udang masih dalam kondisi normal dan nafsu makan udang dalam kondisi bagus.

  2. Tinja udang berbentuk terputus-putus dan padat, Kondsi ini mengindikasikan bahwa sistem pencernaan dan nafsu makan udang udang ada sedikit gangguan dengan kondisi udang normal.

  3. Tinja udang berbentuk terputus-putus, dengan tekstur campuran antara padat dan berlendir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sudah terjadi gangguan di dalam saluran pencernaan atau dapat dikatakan udang sudah mulai terinfeksi oleh suatu penyakit.

  4. Tinja udang secara keseluruhan berbentuk lendir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa udang sudah terinfeksi suatu penyakit pada stadium yang parah, selain iu udang sudah tidak menkonsums pakan sama sekali
Parameter lain yang dapat digunakan dalam pengamatan tinja udang untuk menilai kondisi udang adalah warna tinja udang. Warna tinja udang erat kaitannya dengan jenis makanan yang telah dimakan udang pada waktu tertentu. Secara garis besar, warna tinja udang dan korelasinya terhadap jenis makanan yang telah dimakannya, secara praktis adalah sebagai berikut :
  1. Tinja udang berwarna gelap/kehitaman. Hal ini menandakan bahwa udang masih mengkonsumsi pakan alami, atau dengan kata lain ketersediaan pakan alami di dalam perairan tambak tersebut masih mencukupi bagi udang.

  2. Tinja udang berwarna coklat cenderung coklat tua. Hal ini menandakan bahwa udang telah mengkonsumsi pakan buatan/pelet.

  3. Tinja udang berwarna kuning cenderung kemerahan. Hal ini menandakan bahwa udang telah mengkonsumsi bangkai udang atau biota lainnya di dalam perairan tersebut, atau dengan kata lain di dalam perairan tambak tersebut telah terjadi kematian massal udang.
Kedua parameter yang dapat digunakan dalam pengamatan tinja udang seperti tersebut di atas pada penerapannya di lapangan dapat dikombiinasikan antar keduanya untuk mendapat kesimpulan yang relatif tepat terkait dengan kondisi udang pada saat itu. Jika diitemukan indikasi tidak normal terkait dengan nafsu makan dan kesehatan udang maka pengambilan keputusan yang dapat diambil adalah meninjau ulang program pakan yang telah diterapkan, Pada kasus udang terindikasi terkena masalah yang cukup serius maka pengambilan keputusan harus mengacu pada pemanenan yang dengan memperhitungkan biaya produksi dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh pada saat itu.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Ekor Gripis Pada Udang
  2. Udang Berlumut
  3. Konsep Size dan Kualitas Udang Dalam Menentukan Harga
  4. Kita Mengikuti Udang Bukan Udang Menuruti Kita !
  5. Sayangilah Udang Anda
  6. Mengapa Udang Convoy ?
  7. Kriteria Kualitas Benur
  8. Mengenal Kondisi Udang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar