Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Rabu, 07 April 2010

Memantau Saluran Pembuangan Air Tambak

Ditinjau dari konstruksinya, tambak memiliki dua jenis saluran air, yaitu : (1) Saluran pemasukan air dan saluran pembuangan air yang secara umum terbuat dari bahan paralon. Pada pembahasan ini tidak akan dijelaskan mengenai fungsi dari kedua saluran air tersebut, tapi lebih difokuskan kepada bagaimana memanfaatkan saluran pembuangan air tambak untuk memantau kondisi dasar tambak dan kondisi udang secara praktis.

Saluran pembuangan air biasanya terhubung langsung dengan sentral dasar tambak, sehingga jika saluran pembuangan air tersebut dibuka maka air di dalam tambak akan memberi daya tekan untuk mendorong segala sesuatu yang ada di sekitar sentral dasar tambak untuk ikut keluar tambak. Prinsip inilah yang dapat digunakan untuk memantau kondisi dasar tambak maupun kondisi udang secara praktis, terutama pada fase budidaya dimana udang sudah mengenal pakan buatan.

Tahapan-tahapan yang dapat dilakukan untuk memantau saluran pembuangan air tambak adalah sebagai berikut:
  1. Buka saluran pembuangan air tambak secara bergantian (biasanya satu petakan tambak memiliki lebih dari satu saluran pembuangan air);

  2. Perhatikan tingkat kelancaran air pada saat keluar dari saluran tersebut, jika aliran air tidak lancar/tidak deras maka ada sesuatu yang menyumbat saluran tersebut. Segera periksa saluran tersebut agar segera dapat ditemukan sumber masalahnya, karena jika tidak segera ditangani kondisi ini dapat menyebabkan permasalahan pad proses pengelolaan air;

  3. Perhatikan substrat kotoran yang terbawa air tambak baik dari warna maupun jenisnya. Secara normal pada saat saluran pembuangan air dibuka, biasanya substrat yang keluar pertama kali adalah lumpur hitam dan berangsur-angsur akan hilang. Jika lumpur hitam tersebut terus menerus keluar maka perlu dilakukan pengecekkan dasar tambak;

  4. Perhatikan pula apakah ada bangkai udang yang terbawa bersama air tambak tersebut. Pengamatan terhadap kondisi ini perlu dilakukan pada jumlah dan warna bangkai udang yang terbawa tersebut. Jika bangkai udang masih berwarna seperti udang normal maka kematian yang terjadi relatif masih baru terjadi, sedangkan jika bangkai udang sudah berwarna merah maka kematian udang tersebut relatif sudah lama terjadi. Amati juga jumlah bangkai udang yang terbawa air pembuangan tersebut, jika cukup banyak jumlahnya maka telah terjadi kematian udang secara massal di dasar tambak;

  5. Jika pengamatan saluran pembuangan air tambak sudah selesai, maka dapat dilanjutkan dengan proses sirkulasi air seperti biasa.
Apabila pada saat pemantauan telah terindikasi adanya suatu permasalahan di dasar tambak, maka perlu segera ditindaklanjuti dengan perlakuan teknis budidaya yang sesuai dengan permasalahan yang terjadi.

Pemantauan saluran pembuangan air tambak seperti tersebut di atas, jika dilakukan secara rutin dan cermat diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya masalah serius yang dapat merugikan usaha budidaya udang pada periode tersebut.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Aquaculture Biosecurity: Prevention, Control, and Eradication of Aquatic Animal DiseaseBiosecurity in Aquaculture Production System: Exclusion of Pathologens and Other UndesirablesAquaculture BiosecurityReport of Fao Workshop on Information Requirements for Maintaining Aquatic Animal Biosecurity: Cebu City, Philippines, 15-17 February 2007 (877)

Artikel Terkait :

  1. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  2. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
  3. Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
  4. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
  5. Kecerahan Perairan Tambak - 1
  6. Waspada Terhadap Musim Hujan
  7. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  8. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  9. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  10. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  11. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  12. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Warna Air Tambak
  13. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar