Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 03 Juni 2011

Udang Memiliki Sifat Fototaksis Negatif

Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas tentang udang sebagai makhluk nocturnal (aktif dimalam hari). Pembahasan tersebut erat kaitannya dengan sifat fototaksis negatif yang dimiliki oleh udang. Fototaksis negatif secara ringkas dapat diartikan sebagai sifat dari suatu organism untuk menjauh dari suatu sumber cahaya.


Untuk lebih meyakinkan bahwa udang memiliki sifat fototaksis negatif, perlakuan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan rangsang cahaya (bisa memakai lampu senter) pada udang yang terlihat aktif di pinggir tambak. Mendapat perlakuan tersebut, udang akan pergi menjauh terhadap sumber cahaya tadi. Perlakuan ini akan terlihat jelas hasilnya jika dilakukan pada malam hari.

Sifat fototaksis negatif pada udang inilah yang menjadi dasar dalam penerapan teknis budidaya terutama pengelolaan kualitas air tambak. Pengelolaan plankton dalam perairan tambak erat kaitannya dengan upaya memberikan kenyamanan bagi udang dari pengaruh penetrasi sinar matahari secara langsung. Mengacu pada dasar pemikiran inilah, maka tingkat kestabilan plankton di dalam perairan tambak sangat penting artinya bagi perkembangan kondisi dan kualitas udang di dalamnya.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian terkait sifat fototaksis negatif ini beberapa diantaranya adalah:
  1. Pada saat melakukan pengurangan volume air tambak dalam jumlah banyak yang dilakukan pada malam hari, sebaiknya dihindari perlakukan pemberian sinar lampu tambak yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan udang akan merasa stress yang dapat mengakibatkan molting massal pada udang.
  2. Pada saat bulan purnama (tidak dalam kondisi mendung) sebaiknya dihindari perlakukan-perlakuan teknis yang terlalu ekstrim, karena pada saat itu udang cenderung melakukan molting.
  3. Pada saat melakukan pemanenan udang yang dilakukan pada malam hari, sebaiknya dihindari pemberian sinar lampu pada saat air tambak masih tinggi. Seperti halnya pada penjelasan item no. 1 di atas, dikhawatirkan udang mengalami molting massal sehingga berpengaruh pada kondisi dan kualitas udang yang dipanen sekaligus berpengaruh pada pada harga jual udang.
Sifat fototaksis negative pada udang juga dapat dijadikan sebagai indicator kondisi udang pada saat tertentu. Pada udang normal, udang tersebut akan langsung bereaksi (menjauh) terhadap rangsang cahaya yang kita berikan. Sebaliknya pada udang yang terindikasi terkena suatu masalah (penyakit) bersikap lebih pasif terhadap rangsang cahaya yang diberikan, bahkan pada kondisi parah udang tidak bereaksi sama sekali meskipun sudah diberikan rangsang cahaya.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Udang adalah Makhluk Nocturnal
  2. Ekor Gripis Pada Udang
  3. Udang Berlumut
  4. Konsep Size dan Kualitas Udang Dalam Menentukan Harga
  5. Kita Mengikuti Udang Bukan Udang Menuruti Kita !
  6. Sayangilah Udang Anda
  7. Mengapa Udang Convoy ?
  8. Kriteria Kualitas Benur
  9. Mengenal Kondisi Udang

4 komentar:

  1. terima kasih atas info nya..

    BalasHapus
  2. Mas mau nanya, ada ukuran/batasan cahaya maksimal (dalam satuan lux) yang dapat diterima oleh udang sebelum mereka melakukan molting?

    thanks

    BalasHapus
  3. Great article, Thanks for your great information, the content is quiet interesting. I will be waiting for your next post.

    BalasHapus