Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 23 Oktober 2009

Keseragaman Udang dan Alternatif Pengelolaannya

Pada pembahasan sebelumnya telah diuraikan dasar pemahaman terkait dengan tingkat keragaman udang. Sebagaimana telah dijelaskan, udang dalam suatu populasi di tambak secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu : (i) udang seragam, (ii) tingkat keseragaman udang sedang, dan (iii) tingkat keseragaman udang parah. Selain penjelasan tersebut, pemahaman tentang alternative cara pengelolaannya berdasarkan kondisi yang dijumpai di lapangan.

Secara garis besar pengelolaan yang perlu dilakukan terkait dengan keseragaman udang meliputi pengelolaan program pakan dan pengelolaan kualitas air (asumsi: benur yang digunakan relative telah seragam, baik ukuran maupun usianya). Alternatif pengelolaan terhadap kondisi tersebut di atas adalah sebagai berikut:
  1. Udang Seragam. Jika populasi udang di dalam tambak menunjukkan ukuran udang relatif seragam, maka pengelolaan secara teknis yang perlu dilakukan adalah bagaimana cara mempertahankan kondisi ideal tersebut hingga udang siap untuk dipanen secara normal. Pengelolaan program pakan harus selalu mengikuti tingkat kebutuhan udang dan jumlah pakan harian yang diberikan sesuai dengan tingkat kepadatan udang di dalam tambak. Pada kondisi seperti ini biasanya jumlah pakan yang diberikan akan menunjukkan kecenderungan yang selalu meningkat berdasarkan waktu (kecuali udang dalam kondisi moulting secara periodik). Program pakan harus dikelola secara cermat berdasarkan pengamatan yang dilakukan (melalui check ancho maupun sampling).

    Selain program pakan, alternative pengelolaan yang perlu dilakukan adalah kualitas air tambak. Biasanya terdapat korelasi antara keseragaman udang dan kualitas air (asumsi: program pakan yang diterapkan sudah seperti tersebut di atas), yaitu: ukuran udang akan relative seragam jika pengelolaan kualitas air sesuai dengan tingkat kebutuhan udang. Upaya yang perlu dilakukan dalam pengelolaan kualitas air adalah bagaiamana mempertahankan kualitas air tambak relative stabil dan tidak terjadi fluktuasi perubahan kualias air tambak tersebut. Penjelasan terkait dengan pengelolaan kualitas air tambak telah diuraikan dalam pembahasan-pembahasan terdahulu.

  2. Udang dengan tingkat keseragaman sedang. Pada kondisi seperti ini pengelolaan secara teknis yang perlu dilakukan adalah bagaimana cara mencegah agar tingkat keseragamannya tidak bertambah parah serta upaya untuk memperbaikinya kea rah yang lebih bagus. Program pakan yang diterapakan perlu ditinjau ulang terutama terkait dengan komposisi ukuran pakan udang serta jumlah pakan yang diberikan. Komposisi ukuran pakan dan jumlahnya dapat diestimasi secara kasar melalui pengamatan pada waktu sampling dan cek ancho. Estimasi yang dilakukan mencakup persentase kepadatan masing-masing ukuran udang dalam suatu populasi, sehingga dapat diperkirakan berapa ukuran pakan yang akan digunakan dan jumlah yang akan diberikan dalam satu kali frekuensi pakan harian. Komposisi tersebut perlu disesuaikan kembali dengan mengacu pada pengamatan yang dilakukan. Jika tingkat keseragaman udang mengarah ke tingkat yang lebih baik maka ukuran pakan yang diberikan akan lebih sedikit.

    Contoh : dalam suatu populasi udang di tambak memiliki 3 jenis ukuran yang berbeda, maka pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari 3 jenis ukuran pakan yang berbeda pula yang disesuaikan dengan ukuran udang yang ada. Jika keseragaman udang di tambak tersebut ternyata mengarah ke tingkat yang lebih baik, misalnya menjadi 2 jenis ukuran udang, maka komposisi jenis ukuran pakan yang diberikan sebaiknya juga menjadi 2 jenis ukuran pakan. Pengelolaan kualitas air tambak yang dilakukan pada kondisi seperti ini relative sama dengan item no. 1 tersebut di atas.

  3. Tingkat keseragaman udang parah. Pada kondisi seperti ini pengelolaan secara teknis yang perlu dilakukan adalah bagaimana cara mencegah agar populasi udang di dalam tambak tersebut tidak menyusut secara drastic (karena proses kanibalisme). Program pakan yang perlu diterapkan pada dasarnya seperti penjelasan pada item no. 2, hanya komposisi jenis ukuran pakan yang digunakan dalam satu kali frekuensi pemberian pakan biasanya akan lebih banyak pula. Pada penanganan yang lebih ekstrim, biasanya dilakukan penyortiran ukuran udang secara langsung pada saat dilakukan cek anco atau pada saat kegiatan sampling (tidak direkomendasikan). Penyortiran dilakukan terhdap udang-udang dengan ukuran yang dianggap ketinggalan terlalu jauh dengan ukuran udang normal, sehingga diharapkan tingkat keseragaman udang didalam tambak tersebut akan menjadi lebih baik meskipun secara densitas mengalami penurunan. Pengelolaan kualitas air tambak yang dilakukan pada kondisi seperti ini relative sama dengan item no. 1 tersebut di atas.
Alternatif penanganan tersebut di atas pada dasarnya adalah upaya untuk mempertahankan, memperbaiki dan mencegah suatu kondisi agar tingkat keseragaman udang dalam suatu populasi di tambak dapat mengarah kepada kondisi seperti yang diharapkan terutama pada output secara optimal.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Tingkat Keseragaman Udang
  2. Kenali Kualitas Pakan Udang Anda Secara Praktis
  3. Parameter Praktis Kualitas pakan Udang
  4. Bagaimana Mencapai Nilai FCR (Food Conversion Ratio) Secara Optimal
  5. Jangan Terperangkap Target FCR (Food Conversion Ratio)
  6. Pakan Buatan Untuk Udang
  7. Program Pakan Udang
  8. Frekuensi Pakan
  9. Program Pengelolaan Pakan Udang 02 - Penentuan Jenis Pakan (Pakan Alami)
  10. Program Pengelolaan Pakan Udang 01 - Latar Belakang
  11. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
  12. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  13. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  14. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  15. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  16. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  17. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  18. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  19. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  20. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar