Cetta Cendekia Consultindo

Cetta Cendekia

Mesin Pencari

Selasa, 03 Agustus 2010

Peran dan Fungsi Kincir Air Pada Tambak Udang

Tambak udang sebagai suatu ekosistem perairan buatan dan bersifat tertutup sangat membutuhkan perlakuan teknis budidaya yang dapat menstimulasi proses-proses fisika, kimia dan biologi menuju keseimbangan ekosistem perairan tersebut. Keseimbangan ekosistem perairan tambak diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi udang seperti dalam ekosistem alaminya.

Salah satu sarana yang memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan kondisi perairan tambak (terutama pada budidaya udang skala intensif) seperti tersebut di atas adalah kinci air. Pemahaman dasar terkait dengan peran dan fungsi kincir air dalam operasional tambak udang sangat diperlukan, agar kincir air tersebut dapat berperan secara optimal. Pemahaman yang kurang memadai tentang kincir air hanya akan memfungsikan kincir air tersebut sebagai aksesoris suatu petakan tambak. Dalam pelaksanaan di lapangan, banyak sekali dijumpai model-model kincir air yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya (pada pembahasan ini tidak akan diuraikan pengetahuan terkait model dan spesifikasi teknis dari kincir air).

Secara mendasar fungsi dari kincir air di dalam operasional tambak udang antara lain sebagai berikut:
  1. Sebagai penyuplai oksigen di dalam perairan tambak. Seperti telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya bahwa di dalam suatu ekosistem perairan tambak kebutuhan oksigen telah disuplay oleh phytoplankton, tapi kebutuhan oksigen tersebut tidak akan mencukupi bagi biota dan proses-proses yang terjadi di dalamnya. Oksigen di dalam perairan tambak diperlukan tidak hanya dalam proses respirasi (pernapasan) tapi juga dibutuhkan dalam proses-proses fisika, kimia dan biologi yang terjadi di dalam perairan tersebut.

    Keberadaan kincir air didalam tambak diharapkan dapat membantu dan mengantisipasi terjadinya kekurangan oksigen yang dapat terjadi pada saat tertentu di dalam perairan tersebut.

  2. Membantu dalam proses pencampuran karakteristik antara perairan tambak lapisan atas, dan bawah. Sebagai suatu perairan yang statis dan memiliki ketinggian tertentu, maka suatu perairan tambak jika dalam kondisi diam akan memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara lapisan atas dan lapisan bawah. Perbedaan karakteristik perairan tersebut, jika tidak segera diantisipasi dapat membahayakan kehidupan udang yang ada didalamnya.

    Pengoperasian kincir diharapkan dapat membantu mengantisipasi terjadinya perbedaan yang cukup menyolok antar lapisan air tambak, sehingga kualitas air yang dihasilkan relative sama antar lapisan air tambak.

  3. Membantu dalam proses pemupukan air. Kegiatan pemupukan air dilakukan sebagai upaya pembentukan kualitas air yang terkait dengan kecerahan air dan warna air tambak dengan cara menstimulasi pertumbuhan phytoplankton kea rah yang lebih stabil.

    Pengoperasian kincir diharapkan dapat membantu proses penyebaran pupuk secara merata di dalam perairan tambak sekaligus menstimulasi pertumbuhan plankton melalui oksigen yang dihasilkannya.

  4. Membantu dalam mengarahkan kotoran dasar tambak ke arah sentral pembuangan, sehingga memudahkan dalam proses pembersihan dasar tambak. Fungsi kincir air terkait hal ini sangat erat hubungannya dengan tata letak kincir di dalam tambak.

  5. Pada saat pengoperasian kincir air, putaran-putaran air yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator tingkat kestabilan kualitas air di dalam tambak (telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya).
Pembahasan terkait peran dan fungsi kincir air seperti penjelasan tersebut di atas diharapkan dapat memberikan pemahaman dasar tentang kincir air agar pengoperasiannya dapat berfungsi secara optimal dan bukan hanya menjadi aksesoris tambak udang belaka ....

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  2. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  3. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  4. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  5. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  6. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  7. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  8. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  9. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
  10. Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
  11. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
  12. Waspada Terhadap Musim Hujan
  13. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  14. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  15. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  16. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  17. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  18. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar