Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Kamis, 24 Desember 2009

Panen Kuras

Pada pembahasan terdahulu telah dijelaskan secara singkat bahwa panen kuras adalah kegiatan pemanenan yang dilakukan dengan cara membuang populasi udang di dalam suatu petakan tambak melalui saluran pembuangan melalui proses pembuangan air secara total.

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka dasar pemikiran yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan terkait dengan panen kuras, antara lain:
  1. Tingkat perrmasalahan. Permasalahan yang dimaksud dalam pembahasan di sini adalah masalah yang disebabkan oleh penyakit. Panen kuras dilakukan jika serangan penyakit pada udang sudah parah.

  2. Populasi udang di dalam tambak menurun drastis. Kondisi ini erat hubungannya dengan item no. 1 tersebut di atas.

  3. Ukuran (size udang). Panen kuras dilakukan jika udang di dalam tambak masih sangat kecil (< 1 gram) sehingga jika dilakukan cara pemanenan biasa hanya akan mempersulit proses pemanenannya.

Ketiga dasar pertimbangan di atas terkait erat dengan biaya produksi yang telah dan akan dikeluarkan, sehingga jika kondisi seperti tersebut di atas terus dilanjutkan hanya akan memperbesar tingkat kerugian yang akan diperoleh. Ditinjau dari metodenya, panen kuras merupakan proses panen udang yang paling sederhana, karena tidak memerlukan peralatan panen dan fasilitas pendukung lainnya serta tidak dilakukan proses pemungutan udang. Proses panen kuras dapat dikatakan hampir sama dengan proses pembuangan air tambak pada sistem sirkulasi air (pengelolaan kualitas air tambak). Secara umum, tahapan-tahapan panen kuras adalah sebagai berikut:
  1. Buka semua penutup saluran pembuangan air termasuk kasa filter yang ada di saluran tersebut, sehingga air di dalam tambak dapat keluar secara lancar sehingga memiliki daya dorong yang kuat untuk membuang udang di dalam tambak tersebut.

  2. Biarkan proses tersebut di atas sampai ketinggian air di dalam tambak sekitar 10 cm.

  3. Selama proses pembuangan air tambak, lakukan kontrol terhadap saluran pembuangan sebagai antisipasi terjadinya penyumbatan pada saluran tersebut.

  4. Jika ketinggian air sudah mencapai sekitar 10 cm, lakukan proses pemasukan air ke dalam tambak dengan saluran pembuangan air tambak masih terbuka seperti semula. Hal ini dilakukan sebagai upaya menambah daya dorong air untuk membuang udang, sekaligus sebagai proses pembilasan awal terhadap dasar tambak.

  5. Lakukan tahap no. 4 sampai air di dalam tambak terbuang secara total dan lakukan pembersihan dasar tambak jika dalam kondisi kotor.

  6. Lakukan penjemuran tambak.
Pada kasus tertentu, panen kuras dapat terjadi pada udang dengan ukuran sedang – besar. Kasus ini terjadi karena adanya kesalahan fatal dalam pengambilan keputusan terkait dengan kondisi dan prediksi kepadatan populasi udang. Setelah udang terinfeksi penyakit, kondisi ini dibiarkan sampai pada tingkatan sangat parah tanpa ada pengambilan keputusan untuk segera memanennya. Kasus ini menyebabkan udang dari segi kualitas tidak memiliki nilai jual sedangkan populasi udang menurun drastis karena telah terjadi kematian massal di dasar tambak secara terus menerus dan tidak segera terdeteksi. Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader Artikel Terkait :
  1. Pemanenan Udang
  2. Keseragaman udang dan Alternatif Pengelolaannya
  3. Tingkat Keseragaman Udang
  4. Kenali Kualitas Pakan Udang Anda Secara Praktis
  5. Parameter Praktis Kualitas pakan Udang
  6. Bagaimana Mencapai Nilai FCR (Food Conversion Ratio) Secara Optimal
  7. Jangan Terperangkap Target FCR (Food Conversion Ratio)
  8. Pakan Buatan Untuk Udang
  9. Program Pakan Udang
  10. Frekuensi Pakan
  11. Program Pengelolaan Pakan Udang 02 - Penentuan Jenis Pakan (Pakan Alami)
  12. Program Pengelolaan Pakan Udang 01 - Latar Belakang
  13. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
  14. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  15. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  16. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  17. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  18. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  19. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  20. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  21. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  22. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar