Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Kamis, 04 Maret 2010

Panen Dini

Pengertian panen dini telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya yaitu kegiatan pemanenan yang dilakukan pada suatu petakan tambak dengan kondisi udang bermasalah sebelum dianggap layak untuk dipanen secara normal. Panen dini dilakukan dengan dasar pertimbangan untuk menekan tingkat kerugian financial jika kondisi tersebut dipertahankan.

Panen dini, jika ditinjau dari tingkat keuntungannya tidak semuanya merugikan secara financial, karena pada kondisi, ukuran dan kualitas udang tertentu meskipun terkena masalah jika pengambilan keputusan yang diambil adalah tepat, maka pada kondisi seperti ini masih dapat mendatangkan keuntungan financial (meskipun tidak optimal).
Berdasarkan tahapannya secara garis besar kegiatan panen dini terbagi menjadi 2 (dua) tahap, yaitu: (1) Pra panen, dan (2) Proses Pemanenan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap pra panen merupakan kegiatan yang mengarah pada identifikasi kondisi udang dan analisis tingkat keuntungan yang akan diperoleh, sedangkan kegiatan pada tahap proses pemanenan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memungut/mengumpulkan udang dari petakan tambak dengan menggunakan bahan dan peralatan yang diharapkan dapat menjaga kualitas udang yang dipanen.

Tahap Pra Panen

Secara umum kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain meliputi:
  1. Identifikasi tingkat masalah/penyakit. Identifikasi tingkat masalah/penyakit dan kondisi udang dilakukan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan antara treatment decision atau harvesting decision dengan tingkat kelayakan proses budidaya yang telah dilakukan. Analisis yang perlu dilakukan mencakup jenis penyakit dan tingkat masalah/penyakit.

  2. Identifikasi kondisi udang yang mencakup: (a) umur udang, (b) berat rata-rata udang, (c) populasi, (d) biomass, (e) Nafsu makan udang, (f) tingkat kehidupan udang.

  3. Identifikasi dasar tambak. Identifikasi dasar tambak dilakukan untuk menunjang kegiatan point 1 dan point 2 yang dapat memperkuat proses pengambilan keputusan. Identifikasi ini mencakup: (a) kondisi dasar tambak, (b) tingkat kematian udang di dasar tambak, (c) Tingkat penyebaran bangkai udang di dasar tambak.

  4. Analisis tingkat keuntungan (profit analisis). Profit analisis dilakukan untuk meminimalkan tingkat kerugian yang ditimbulkan karena udang mengalami masalah. Analisis yang dilakukan meliputi: (a) Biaya produksi, (b) Size udang, (c) harga udang.
Tahap Proses Pemanenan

Secara umum kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain meliputi:
  1. Penyiapan sarana dan transportasi panen. Sarana dan transportasi panen harus tersedia sebelum proses pemanenan dilakukan untuk menghindari penurunan mutu udang. Bahan dan perlatan yang perlu dipersiapkan, antara lain: (a) es batu, (b) fiber penampung, (c) pompa air, (d) transportasi, (e) alat penerangan (jika dilakukan pada malam hari), dan (f) peralatan penunjang lainnya.

  2. Pengurangan volume air tambak. Kegiatan penurunan air tambak harus memperhatikan kondisi pasang surut yang terjadi dan pada saat penurunan air harus dihindari perlakuan /kegiatan yang menyebabkan udang mengalami moulting massal serta diusahakan udang terkumpul di caren/sentral tambak.

  3. Pengecekkan ketinggian air tambak. Ketinggian air tambak saat panen berpengaruh pada jangka waktu dan tingkat kesulitan proses panen.

  4. Penyiapan fiber penampung dan tempat udang hasil panen. Fiber penampungan berfungsi sebagai tempat pencucian udang & membantu proses rigormortis (kejang bangkai) dari udang. Fiber diisi air dan diberi es yang telah dihancurkan. Tempat udang diisi bongkahan es batu sampai sekitar 1/6 ketinggian tempat udang.

  5. Pengangkatan udang. Kegiatan ini meliputi antara lain: (a) Udang yang terkumpul di caren/sentral tambak diambil dengan menggunakan serok, (b) Udang yang menyebar di dasar tambak diambil dengan memungut satu demi satu, (c) Udang yang diambil adalah udang yang masih memenuhi standar kualitas, (d) Sebelum dimasukkan ke dalam wadah udang dicuci di fiber penampung yang telah tersedia.

    Pada udang yang terkena masalah sangat parah, biasanya kematiannya menyebar di dasar tambak dan terkumpul di sentral tambak.

  6. Penataan udang di dalam wadah. Udang ditata dalam wadah dan diberi es batu dengan perbandingan 1 : 2 – 3. Es batu yang diberikan bertujuan untuk menjaga kondisi udang pada suhu dingin, sehingga kualitasnya tidak mengalami penurunan.

  7. Pengiriman udang. Udang dikirim ke cold storage dengan mempertimbangkan jarak, cuaca dan kualitas udang. Pemindahan udang ke sarana transportasi, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kondisi udang.
Pada tahap proses pemanenan, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
  1. Proses pemanenan udang sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk menghindari panas matahari yang dapat berpengaruh pada kualitas udang.

  2. Proses pemanenan udang sebaiknya jangan bertepatan dengan bulan purnama untuk menghindari moulting massal udang yang dapat menurunkan kualitas udang.

  3. Penyalaan lampu penerangan ke arah tambak jangan sampai menyebabkan udang moulting massal.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Panen Kuras
  2. Pemanenan Udang
  3. Keseragaman udang dan Alternatif Pengelolaannya
  4. Tingkat Keseragaman Udang
  5. Kenali Kualitas Pakan Udang Anda Secara Praktis
  6. Parameter Praktis Kualitas pakan Udang
  7. Bagaimana Mencapai Nilai FCR (Food Conversion Ratio) Secara Optimal
  8. Jangan Terperangkap Target FCR (Food Conversion Ratio)
  9. Pakan Buatan Untuk Udang
  10. Program Pakan Udang
  11. Frekuensi Pakan
  12. Program Pengelolaan Pakan Udang 02 - Penentuan Jenis Pakan (Pakan Alami)
  13. Program Pengelolaan Pakan Udang 01 - Latar Belakang
  14. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
  15. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  16. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  17. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  18. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  19. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  20. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  21. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  22. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  23. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar