Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Jumat, 16 Januari 2009

Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 01 – Latar Belakang

Budidaya udang sebagai suatu kegiatan pembesaran udang di dalam suatu petakan tambak, maka variable waktu relative berpengaruh terhadap perlakuan teknis yang akan diterapkan. Ukuran udang dapat dikatakan berbanding lurus dengan pertambahan waktu, artinya dalam kondisi normal dengan bertambahnya waktu pemeliharaan maka ukuran udang juga akan semakin bertambah.

Seperti telah dijelaskan dalam pembahasan terdahulu bahwa perlakuan teknis budidaya relative berbeda berdasarkan ukuran udang.

Bulan pertama dalam budidaya udang merupakan sebuah fase yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan proses budidaya udang dalam satu periode baik secara teknis maupun secara financial. Ditinjau dari proses usaha yang profit oriented, maka fase bulan pertama dalam budidaya udang merupakan langkah awal penanaman benih sekaligus penanaman investasi yang akan menentukan besarnya tingkat keuntungan yang akan diraih.

Budidaya udang pada fase bulan pertama memiliki karakteristik yang dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pengelolaannya. Karakteristik tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Pada fase ini udang masih berukuran kecil, sehingga segala aktifitas/tingkah laku dan kondisi udang di dalam perairan tambak belum dapat diamati secara jelas.

  2. Fase bulan pertama pada budidaya udang secara garis besar dapat dibagi lagi dalam dua sub fase yaitu : (i) awal tebar benur – sub fase minggu ke 2, dan (ii) sub fase minggu ke 3 – sub fase minggu ke 4. Kedua sub fase tersebut bukanlah suatu kisaran waktu yang bersifat mutlak, karena pada kenyataan di lapangan pembagian sub fase tersebut dapat bervariasi kisaran waktunya.

    Sub fase awal tebar benur – sub fase minggu ke 2 dapat dikatakan sebagai “silence phase” karena belum banyak perlakuan teknis yang diterapkan.sehingga aktifitas budidaya udang masih terasa “hening”. Perlakuan teknis budidaya udang masih bersifat menunggu dan mencoba (wait and try), sehingga pada fase ini belum banyak perlakuan teknis budidaya yang diterapkan secara terprogram.

    Sub fase minggu ke 3 – sub fase minggu ke 4 merupakan kisaran waktu yang sangat ditunggu oleh para pelaku budidaya udang dengan harap-harap cemas. Karena pada sub fase ini biasanya indikator eksistensi udang di dalam perairan mulai muncul. Indikator tersebut adalah penampakan udang baik di dalam perairan tambak maupun di dalam anco dan memiliki peran yang cukup penting dalam pengelolaan budidaya udang pada fase bulan pertama. Jika udang sudah mulai nampak maka akan dapat diprediksi kondisi, kualitas dan kepadatan populasi udang di dalam tambak tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan terkait dengan teknis budidaya udang yang akan diterapkan pada fase berikutnya.

    Saat penampakan udang pada sub fase minggu ke 3 – sub fase minggu ke 4 ini merupakan momentum yang tidak dapat diduga waktunya secara pasti, sehingga dibutuhkan suatu pengamatan yang cermat pada perairan tambak.
Mengacu pada kedua karakteristik tersebut di atas, maka tujuan pengelolaan budidaya udang pada fase bulan pertama pada dasarnya adalah: menyediakan lingkungan perairan tambak yang sesuai dengan tingkat kebutuhan benur/udang kecil sehingga dapat menjaga kualitas dan kuantitasnya yang mencakup kondisi udang, tingkat keseragaman udang, kepadatan/populasi udang, berat rata-rata udang, dll.

Pada fase bulan pertama meskipun belum banyak perlakuan teknis yang diterapkan secara terprogram, hendaknya tidak mengabaikan monitoring /pengamatan terhadap kemungkinan terjadinya perubahan kondisi lingkungan perairan tambak maupun momentum penampakan udang untuk pertama kalinya. Program pengelolaan budidaya udang secara komprehensif pada periode tersebut sebaiknya juga telah mulai disusun berdasarkan estimasi yang diperoleh dari hasil sampling benur yang dilakukan pada saat tebar benur. Program pengelolaan yang telah disusun tersebut akan lebih mudah disesuaikan dengan tingkat kebutuhan udang berdasarkan perkembangannya dari waktu ke waktu dalam satu siklus periode.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Proses Tebar Benur 03 - Proses Aklimatisasi
  2. Proses Tebar Benur 02 - Tahapan Kegiatan
  3. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
  4. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  5. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  6. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  7. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  8. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  9. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  10. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  11. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  12. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
  13. Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
  14. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
  15. Waspada Terhadap Musim Hujan
  16. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  17. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  18. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  19. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  20. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  21. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar