Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Sabtu, 19 Februari 2011

Proses Molting Pada Udang

Molting pada udang merupakan sebuah fenomena yang selalu terjadi dalam proses budidaya udang, sehingga pengetahuan dasar terkait proses molting pada udang perlu diketahui oleh para pelaku usaha ini. Peristiwa molting merupakan karakterisktik biologis udang sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan terkait perlakuan teknis budidaya yang akan diterapkan.

Secara sederhana molting dapat diartikan sebagi proses pergantian cangkang pada saat udang dalam masa pertumubuhan. Pada fase tersebut, ukuran daging udang bertambah besar sementara cangkang luar tidak bertambah besar, sehingga untuk penyesuaiannya udang akan melepaskan cangkang lama dan membentuk kembali cangkang baru dengan bantuan kalsium.

Proses molting ini menghasilkan peningkatan ukuran tubuh dan bersifat periodik. Ketika molting, tubuh udang menyerap air dan bertambah besar, kemudian terjadi pengerasan cangkang. Setelah cangkang luarnya keras, ukuran tubuh udang tetap sampai pada siklus molting berikutnya.

Dalam satu siklus periode budidaya udang, proses molting sering terjadi dengan frekuensi molting berbeda antara udang ukuran kecil dengan udang dewasa.  Pada udang ukuran kecil proses molting lebih sering terjadi dibandingkan dengan udang ukuran dewasa, karena udang ukuran kecil merupakan fase pertumbuhan bagi udang. Melalui pengamatan visual, proses molting pada udang ukuran dewasa akan lebih mudah diamati dibandingkan pada udang ukuran kecil.

Berdasarkan faktor penyebabnya, proses molting pada udang terdiri dari dua macam yaitu:
  1. Molting alami, yaitu proses molting pada udang yang terjadi secara alami sebagai bagian dari salah satu siklus hidup udang dalam proses pertumbuhannya;
  2. Molting secara insidentil, yaitu proses molting pada udang yang terjadi sebagai reaksi dari udang terhadap perubahan-perubahan ekstrim yang terjadi pada lingkungan sekitarnya (perubahan kualitas air tambak, perubahan cuaca, dsb)
Sedangkan jika ditinjau berdasarkan kuantitasnya, proses molting pada udang terdiri dari dua macam pula, yaitu:
  1. Molting individu, yaitu proses molting yang terjadi pada setiap individu udang baik karena proses alami maupun yang bersifat insidentil;
  2. Molting massal, yaitu proses molting yang terjadi secara serentak dalam satu populasi udang di dalam tambak. Fenomena ini lebih dominan disebabkan oleh adanya perubahan ekstrim yang terjadi pada lingkungan sekitarnya (perubahan kualitas air tambak, perubahan cuaca, dsb)
Fase molting merupakan fase yang paling kritis bagi udang, karena pada fase ini udang dalam kondisi paling lemah dan lapisan cangkang luarnya belum mengeras sehingga sangat rentan terhadap infeksi penyakit maupun serangan udang lainnya (kanibalisme) dan predator. Selain rentan terhadap penyakit dan predator, pada fase molting, udang juga sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, baik itu perubahan yang terjadi didalam lingkungan tambak maupun perubahan yang terjadi karena faktor perubahan cuaca.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka sebaiknya kita perlu secara cermat mengamati dan mengambil keputusan dalam menyikapi proses molting pada udang dalam menjalankan usaha budidaya udang.  Waspadalah terhadap fenomena molting udang, agar proses budidaya udang dalam satu siklus tidak mengalami kendala yang merugikan bagi kita.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :
  1. Proses Tebar Benur 03 - Aklimatisasi
  2. Proses Tebar Benur 02 - Tahapan Kegiatan
  3. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
  4. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  5. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  6. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  7. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  8. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  9. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  10. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  11. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  12. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
  13. Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
  14. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
  15. Waspada Terhadap Musim Hujan
  16. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  17. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  18. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  19. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  20. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  21. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar