Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Sabtu, 26 Februari 2011

Indikator Praktis untuk Mengetahui Udang Molting Di Dalam Tambak

Seperti telah disebutkan dala.m pembahasan sebelumnya (lihat disini), bahwa peristiwa molting merupakan karakterisktik biologis udang sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan terkait perlakuan teknis budidaya yang akan diterapkan.

Pemahaman dasar tersebut dalam penerapannya perlu didukung tentang pengetahuan tentang indikator praktis udang molting di dalam tambak.

Ditinjau dari tingkah lakunya, udang merupakan mahluk demersal (hidup di dasar perairan) sehingga proses molting udang di dalam tambak sangatlah susah untuk diamati secara langsung karena secara visual terhalang oleh perairan tambak. Mengacu pada dasar pemikiran inilah, maka diperlukan indikator praktis untuk mendeteksi terjadinya proses molting udang di dalam tambak. Indikator ini juga diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan terkait dengan perlakuan teknis budidaya yang akan diterapkan.

Beberapa indikator praktis yang biasa digunakan dalam mendeteksi terjadinya proses molting udang di dalam tambak, antara lain sebagai berikut:

  • Terjadinya penurunan nafsu makan udang secara nyata. Hal ini dapat diketahui melalui program pakan harian udang, yaitu pada saat jumlah pakan untuk masing-masing frekuensi pemberian pakan harian dengan tiba-tiba mengalami penurunan dan berlangsung sekitar 3 hari. Setelah mengalami penurunan jumlah pakan harian yang diberikan, biasanya setelah molting selesai nafsu makan udang akan meningkat kembali secara normal. Pada kondisi tertentu terjadi penurunan nafsu makan udang yang sangat drastis. Kondisi ini mengindikasikan telah terjadi molting massal  yang bersifat insidentil  yang disebabkan oleh adanya perubahan ekstrim yang terjadi pada lingkungan sekitarnya (perubahan kualitas air tambak, perubahan cuaca, dsb)
      • Pada saat melakukan sampling atau cek pakan di anco dijumpai beberapa udang dalam kondisi lembek (tanpa cangkang). Pada kondisi tertentu pada saat sampling atau cek pakan di anco, ditemukan udang dalam kondisi lembek dalam jumlah yang sangat dominan. Hal ini juga mengindikasikan telah terjadi molting massal yang bersifat insidentil yang disebabkan seperti pada penjelasan item no. 1 di atas.
        • Pada saat dilakukan pengecekkan dasar tambak, udang yang tersentuh oleh kaki kita terasa tidak aktif bergerak.
          • Pada saat dilakukan proses pembuangan air tambak, terlihat beberapa cangkang udang ikut terbawa keluar di saluran pembuangan air.
            Beberapa indikator praktis tersebut di atas dapat digunakan jika teknis budidaya dan pengamatan yang dilakukan telah diterapkan secara benar dan cermat. Sebaliknya jika teknis budidaya dan pengamatan dilakukan secara asal-asalan maka perubahan-perubahan yang terjadi di dalam tambak terkait dengan proses molting udang tidak akan terdeteksi.

            Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

            Artikel Terkait :
            1. Proses Molting Pada Udang
            2. Proses Tebar Benur 03 - Aklimatisasi
            3. Proses Tebar Benur 02 - Tahapan Kegiatan
            4. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
            5. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
            6. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
            7. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
            8. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
            9. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
            10. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
            11. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
            12. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
            13. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
            14. Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
            15. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
            16. Waspada Terhadap Musim Hujan
            17. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
            18. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
            19. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
            20. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
            21. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
            22. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

            Tidak ada komentar:

            Poskan Komentar