Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Kamis, 03 Maret 2011

Udang Molting dan Perlakuan Teknis Budidaya

Dalam pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa dalam kondisi molting, udang sangat rentan terhadap infeksi penyakit dan serangan dari udang lainnya (kanibalisme) dan predator. Sebagai suatu proses alami, maka pada saat molting (molting alami dan individual) infeksi penyakit, proses kanibalisme dan pemangsaan oleh predator adalah suatu kejadian yang tidak dapat dihindari.

Sebaliknya jika yang terjadi adalah proses molting massal dan bersifat insidental, maka diperlukan perlakuan teknis budidaya yang dapat meminimalkan dampak yang merugikan bagi proses budidaya udang pada periode tersebut.

Perlakuan teknis budidaya pada saat udang molting (pada pembahasan ini akan ditekankan pada kondisi udang mengalami molting massal) secara garis besar meliputi perlakuan terhadap penerapan program pakan dan kualitas perairan tambak, yaitu antara lain:
  1. Pada saat terjadi penurunan nafsu makan udang, maka segera lakukan penyesuaian program pakan harian dengan cara mengurangi jumlah pakan yang diberikan pada masing-masing frekuensi pakan harian. Pada kondisi nafsu makan udang mengalami penurunan yang cukup ekstrim, maka pengurangan pakan sebaiknya juga cukup drastis. Pengurangan pakan ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya over feeding yang dapat mengakibatkan terakumulasinya sisa pakan yang tidak terkonsumsi oleh udang di dasar tambak (pembahasan terkait program pakan telah dijelaskan pada tulisan-tulisan sebelumnya). Satu hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah pada saat melakukan pengurangan jumlah pakan, frekuensi pakan harian janganlah dikurangi karena akan mengakibatkan meningkatnya proses kanibalisme dan pemangsaan oleh predator. Sesuaikan program pakan ini dengan perkembangan kebutuhan udang pada saat molting dan setelah molting.
  2. Pada saat terjadi molting massal pada udang, sebaiknya frekuensi dan volume penggantian air tambak dikurangi. Hal ini untuk menghindari adanya guncangan kualitas air yang dapat memperparah kondisi udang pada saat molting. Pada perairan tambak yang belum stabil tingkat kecerahan airnya, maka sebaiknya segera dilakukan pemupukan untuk membentuk kecerahan air yang stabil.
  3. Lakukan pengecekkan pada saluran pembuangan air tambak secara intensif untuk memantau perkembangan kondisi dan kualitas udang pada saat terjadi molting massal. Jika telah dijumpai bangkai udang yang terbawa keluar pada saat proses pembuangan air tambak, maka segera lakukan pengecekkan dasar tambak untuk mengetahui tingkat permasalahan yang terjadi. Apabila kondisi populasi udang telah terindikasi terkena permasalahan yang cukup parah, maka pengambilan keputusan sebaiknya mengarah pada pemanenan.
Perlakuan teknis budidaya pada saat udang molting seperti tersebut di atas dalam penerapannya sangat tergantung pada kondisi dan kualitas air tambak dan kondisi udang pada saat sebelum terjadi molting massal. Mengacu pada uraian tersebut di atas dan pembahasan-pembahasan terkait udang molting sebelumnya, maka langkah terbaik yang perlu dilakukan adalah bagaimana upaya untuk menghindari terjadinya proses molting massal dengan jalan menyediakan perairan tambak yang nyaman bagi udang dan perlakuan teknis yang diterapkan selama proses budidaya udang tidak bersifat mengguncang kondisi udang.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :
  1. Indikator Praktis untuk Mengetahui Udang Molting Di Dalam Tambak
  2. Proses Molting Pada Udang
  3. Proses Tebar Benur 03 - Aklimatisasi
  4. Proses Tebar Benur 02 - Tahapan Kegiatan
  5. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
  6. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  7. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  8. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  9. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  10. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  11. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  12. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  13. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  14. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
  15. Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
  16. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
  17. Waspada Terhadap Musim Hujan
  18. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  19. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  20. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  21. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  22. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  23. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar