Mesin Pencari

Promo Prooposal Serba 1 Juta

Senin, 02 Maret 2009

Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 04 - Permasalahan Lingkungan Perairan Tambak

Pada pembahasan sebelumnya telah diuraikan penjelasan terkait dengan pengelolaan budidaya udang pada fase bulan pertama. Secara umum tujuan dari pengelolaan tersebut adalah untuk menyediakan suatu media lingkungan perairan tambak yang sesuai dengan tingkat kebutuhan benur/udang kecil.

Secara khusus tujuan pengelolaan tersebut adalah untuk menekan seminimal mungkin terjadinya suatu permasalahan yang dapat merugikan bagi proses budidaya udang pada periode tersebut. Pada pembahasan-pembahasan sebelumnya juga telah dijelaskan bahwa secara garis besar permasalahan yang terjadi di suatu perairan tambak udang dapat disebakan oleh adanya 3 (tiga) faktor yaitu:
  1. Faktor eksternal, yaitu permasalahan yang disebabkan oleh faktor yang berasal dari luar lingkungan perairan tambak seperti : (i) iklim dan cuaca, dan (ii) lingkungan sumber perairan yang berada di sekitar tambak.

  2. Faktor internal, yaitu permasalahan yang disebabkan oleh faktor yang berasal dari dalam perairan tambak itu sendiri. Faktor ini muncul karena adanya suatu perubahan di dalam perairan tambak sehingga mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem perairan tambak itu sendiri.

  3. Faktor “treatment error”, yaitu permasalahan yang disebabkan oleh faktor kesalahan manusia dalam mengaplikasikan suatu perlakukan teknis budidaya sehingga menyebabkan suatu permasalahan di dalam perairan tambak tersebut.
Mengacu pada uraian tersebut di atas, maka dalam pengelolaan budidaya udang pada fase bulan pertama juga tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi pada fase tersebut. Beberapa permasalahan yang biasa terjadi pada budidaya udang fase bulan pertama secara garis besar juga disebabkan oleh faktor eksternal, internal dan faktor treatment error. Jika ditinjau dari karakteristik budidaya udang fase bulan pertama, maka pengamatan terhadap gejala permasalahan yang akan muncul juga perlu dilakukan secermat mungkin agar permasalahan dapat terdeksi secara dini sehingga tidak menjadi kendala yang lebih serius untuk pengelolaan tahap berikutnya.

Permasalahan-permasalahan yang dapat terjadi pada budidaya udang fase bulan pertama pada pembahasan ini akan ditinjau berdasarkan permasalahan yang terjadi pada (i) lingkungan perairan tambak, dan (ii) kondisi/kualitas benur/udang kecil.

Permasalahan lingkungan perairan tambak pada fase bulan pertama, antara lain:
  1. Tumbuhnya lumut di dasar tambak. Permasalahan ini disebabkan oleh kecerahan perairan tambak relatif tinggi dan terjadi dalam waktu yang lama sehingga sinar matahari dapat menembus dasar tambak dalam jangka waktu yang relatif lama juga. Faktor inilah yang menjadi faktor pemicu tumbuhnya lumut. Keberadaan lumut ini akan menyebabkan proses pembentukan kecerahan air lebih susah. Situasi seperti ini secara tidak langsung juga akan berpengaruh terhadap kondisi benur/udang kecil yang berada di dalam perairan tersebut.

    Alternatif penanganan masalah tumbuhnya lumut ini adalah dengan mengangkat /membersihkan lumut di dasar tambak terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan air yang diimbangi dengan pemberian pupuk sampai diperoleh kecerahan air seperti yang diharapkan. (Pembahasan terkait dengan proses pengelolaan kualitas air tambak telah dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelumnya). Catatan: selama kecerahan perairan tambak masih dalam kondisi tembus dasar/kecerahan tinggi hentikan pemberian pupuk karena akan menyuburkan lumut di dasar perairan tambak.

  2. Munculnya jenis-jenis kerang tertentu di dasar tambak. Keberadan kerang-kerang ini sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan kecerahan perairan tambak. Permasalahan dan alternatif penanganannya yang ditimbulkan oleh kerang ini hampir sama dengan permasalahan dan penanganan yang disebabkan oleh lumut. (Pembahasan terkait dengan proses pengelolaan kualitas air tambak telah dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelumnya).

  3. Munculnya “klekap” di permukaan air tambak. Fenomena ini terjadi karena terjadinya proses oksidasi di dasar tambak yang dipacu oleh bantuan sinar matahari (kecerahan tambak sangat tinggi/tembus dasar) sehingga pada saat tertentu kotoran di dasar tambak akan terangkat ke permukaan air. Permasalahan dan alternatif penanganannya yang ditimbulkan oleh klekap ini hampir sama dengan permasalahan dan penanganan yang disebabkan oleh lumut. (Pembahasan terkait dengan klekap telah dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelumnya).

  4. Munculnya predator dan kompetitor di dalam perairan tambak. Fenomena ini terjadi lebih banyak disebabkan oleh kurangnya filterisasi pada saluran pemasukan air sehingga benih predator dan kompetitor dapat dengan leluasa masuk ke dalam tambak. Faktor ini dapat berpengaruh terhadap densitas/populasi udang pada periode saat itu. (Pembahasan terkait dengan predator dan kompetitort elah dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelumnya).
Permasalahan-permasalahan tersebut di atas merupakan beberapa permasalahan yang biasa terjadi pada fase bulan pertama terkait dengan kondisi/kualitas perairan tambak. Peluang munculnya permasalahan tersebut dapat ditekan sekecil jika proses penyiapan tebar benur dapat dilakukan secara cermat dan optimal atau dengan kata lain penyiapan lahan tebar benur tidak dilakukan secara asal-asalan.

Anda menyukai artikel ini, silakan klik tombol oranye ini Subscribe in a reader

Artikel Terkait :

  1. Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 03 – Pengelolaan Pakan
  2. Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 02 – Kualitas Air Tambak
  3. Pengelolaan Budidaya Udang Pada Fase Bulan Pertama 01 – Latar Belakang
  4. Proses Tebar Benur 03 - Proses Aklimatisasi
  5. Proses Tebar Benur 02 - Tahapan Kegiatan
  6. Proses Tebar Benur 01 - Latar Belakang
  7. Kecerahan Perairan Tambak – 03 – Indikator Pada Udang
  8. Kecerahan Perairan Tambak – 02 –Tingkat Kecerahan
  9. Kecerahan Perairan Tambak - 01- Latar Belakang
  10. Warna Air Tambak – 03 – Kriteria Warna Air
  11. Warna Air Tambak – 02 – Aspek Analisis
  12. Warna Air Tambak - 01 - Dasar Pemikiran
  13. Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan
  14. Kondisi Dasar Tambak – 02 - Metode Pengamatan
  15. Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang
  16. Penggunaan Bahan Kimia – 02 - Tahapan Implementasi
  17. Penggunaan Bahan Kimia – 01 - Dasar Pemikiran
  18. Waspada Terhadap Musim Hujan
  19. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Inokulasi Air
  20. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 03 - Pemupukan Air Tambak
  21. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 02 - Sirkulasi Air
  22. Metode Pengelolaan Kualitas Air Tambak 01 - Latar Belakang
  23. Pengelolaan Kualitas Air Tambak 04 - Kondisi Fisik Air Tambak
  24. Identifikasi Permasalahan Kualitas Air Tambak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar